Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Flood Overflow Identification in Parit Indah Using Hec-Ras Model Alkahfi Tarif, Eqiu; Malik, Yogi Septian; Ardeline, Mela
Journal of Engineering Science and Technology Management (JES-TM) Vol. 5 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Journal of Engineering Science and Technology Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestm.v5i1.231

Abstract

Flooding is an annual problem and has a major impact on the condition of society both economically, socially and environmentally. Flooding generally occurs due to overflowing rivers or the inability of rivers to accommodate excess river water due to high rainfall. The purpose of the study was to see how flood overflow in Parit Indah is simulated into a model so that it can be visualized and planned for appropriate and efficient control or mitigation efforts. The results of the analysis with the HEC-RAS model with input data of the maximum value of rainfall intensity in the last 10 years and the planned discharge of 2, 4, 6, 8 and 10 years, the results of the model exceeded the volume of the drainage channel and caused flood overflow around the beautiful ditch when the maximum rainfall intensity occurred
Pemodelan Spasial Dispersi SO₂, NO₂, dan TSP dari Sumber Emisi Industri Kapur Menggunakan AERMOD Eqiu Alkahfi; Moehammad Budhicahyanto
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 3 No 1 (2026): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/nwjfsn67

Abstract

Industri kapur merupakan salah satu kegiatan industri yang berpotensi menghasilkan pencemar udara berupa gas hasil pembakaran dan partikulat. Setelah dilepaskan melalui cerobong, pencemar mengalami proses transportasi dan dispersi yang dipengaruhi oleh kondisi meteorologi, karakteristik sumber emisi, serta kondisi topografi di sekitar lokasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola dispersi sulfur dioksida (SO₂), nitrogen dioksida (NO₂), dan Total Suspended Particulate (TSP) dari kegiatan industri kapur menggunakan model AERMOD serta membandingkan distribusi konsentrasi pada kondisi bulan basah dan bulan kering. Lokasi sumber berada di wilayah Padalarang. Karakteristik cerobong yang digunakan meliputi tinggi 13 m, diameter 0,70 m, temperatur gas keluar 60°C, dan kecepatan gas keluar 13,1 m/s. Konsentrasi hasil pengukuran pada sumber masing-masing sebesar 144,74 µg/m³ untuk NO₂, 230,44 µg/m³ untuk SO₂, dan 61,70 µg/m³ untuk TSP. Pemodelan dilakukan menggunakan data meteorologi selama satu tahun dan dibedakan menjadi kondisi bulan basah dan bulan kering, dengan receptor pada ketinggian 1,5 m. Hasil pemodelan menunjukkan konsentrasi maksimum NO₂ sebesar 72,1 µg/m³ pada kondisi bulan basah dan 64,0 µg/m³ pada kondisi bulan kering. Konsentrasi maksimum SO₂ masing-masing sebesar 136,1 µg/m³ dan 199,0 µg/m³, sedangkan TSP (Total Suspended Particulate) sebesar 35,6 µg/m³ dan 28,5 µg/m³. Berdasarkan hasil tersebut, SO₂ merupakan parameter yang memberikan konsentrasi maksimum paling tinggi dan menjadi parameter paling kritis, terutama pada kondisi bulan kering. Sementara itu, konsentrasi NO₂ dan TSP masih berada di bawah baku mutu masing-masing. Perbedaan pola dan konsentrasi antara kedua kondisi menunjukkan bahwa variasi meteorologi berperan penting dalam menentukan distribusi spasial pencemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AERMOD dapat digunakan untuk mengidentifikasi wilayah dengan potensi konsentrasi pencemar tertinggi sebagai dasar evaluasi pengendalian emisi dan penentuan lokasi prioritas pemantauan kualitas udara.