Nawawi, Muhammad Adlan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

URGENSI MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA (STUDI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA AL-HUDA KEBON JERUK JAKARTA BARAT) Susanto, Slamet; Saihu, Made; Nawawi, Muhammad Adlan
Statement: Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 13 No 1 (2023): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pendekatan manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMP Al-Huda dan implikasi manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMP Al-Huda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Wali Kelas dan dua orang Guru mata pelajaran yang terdiri dari Guru bahasa indonesia dan Guru matematika. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Manajemen kelas baik berupa pengaturan siswa maupun fasilitas fisik di dalam kelas di SMP Al-Huda sudah baik. Pendekatan manajemen kelas yang mampu meningkatkan minat belajar siswa di SMP Al-Huda yaitu adalah pendekatan permisif, pendekatan instruksional, pendekatan perubahan perilaku, pendekatan sosioemosional dan pendekatan kerja kelompok. Sedangkan pendekatan otoriter dan pendekatan intimidasi tidak terlalu berpengaruh terhadap minat belajar siswa sedangkan pendekatan plural dan elektis sangat tergantung kepada waktu dan kondisi saat aplikasinya dan implikasi pendekatan manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMP Al-Huda juga sudah berjalan dengan baik dan benar sesuai prosedur manajemen kelas, baik secara teori maupun praktiknya di lapangan. Dan juga memberikan perubahan energi bagi siswa sehingga mereka lebih cenderung semangat dan minat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas
Pendidikan Deontologi Quranik Bagi Kesadaran Etis Politis Wakil Rakyat Nawawi, Muhammad Adlan
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.4866

Abstract

Fenomena keberadaan lembaga perwakilan rakyat senantiasa mengalami degradasi persepsi publik dari waktu ke waktu. Kebijakan-kebijakan yang dipandang tidak berpihak pada rakyat telah membuat lembaga tersebut semakin jauh dari cita-cita awal keberadaannya. Para wakil rakyat cenderung mengabaikan pentingnya etika dan keadaban sebagai pemangku jabatan publik. Suara publik tidak dipandang penting untuk diperjuangkan secara maksimal melebihi kepentingan pribadi, kelompok ataupun golongan. Diperlukan pendekatan pendidikan deontologi yang diselaraskan dengan paradigma qur’anik sebagai instrumen teoretis dan diskrusus gagasan yang mampu mewadahi kehampaan paradigma etis wakil rakyat.
TRAINING AL-QUR’AN DAN INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN DI YAYASAN BALQIS, JAKARTA Nawawi, Muhammad Adlan; Hidayaturrohmah , Nur; Rohman , Baeti; Hasan, Abdur Rokhim; Rahman , Andi; Abyad , Habil
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyzes the integration of science and religion from an Islamic perspective, focusing on theological foundations, historical dynamics, and its relevance to contemporary civilization. The objective is to examine the concept of integration as a solution to the dichotomy between religious and secular sciences and its impact on the progress of Muslim societies. The research method employs a descriptive approach. Findings indicate: First, the integration of science and religion is an essential foundation in Islam originating from the first revelation (Surah Al-Alaq (1-5), rejecting dichotomies and emphasizing knowledge as a means to strengthen faith. Second, the zenith of Islamic civilization during the Umayyad-Abbasid era (with figures like Ibn Sina and Al-Khwarizmi) was built upon this integrative paradigm, yet declined after the fall of Baghdad (1258 M), triggering an atomistic dichotomy. Third, contemporary thinkers' efforts to revitalize integration aim to counter the hegemony of secular ideologies and the moral crisis in modern science. Furthermore, integration is not merely a theoretical concept but a key instrument for building a sustainable civilization that combines scientific advancement with Qur’anic ethics. This study contributes to educational discourse, scientific policy, and strengthening Muslim identity amid global challenges, offering a model for harmonizing science and religion within the Qur’anic framework