Fifi Lailatun Nikma
Universitas PGRI Wiranegara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi SDM dan Kesejahteraan Masyarakat Kampung Margo Utomo melalui Program Kesetiakawanan Sosial Ainun Nabilah; Fifi Lailatun Nikma; Muhammad Hasan; Nurus Sobakh
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 9 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v9i2.11300

Abstract

Ketimpangan ekonomi dan keterbatasan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan masih menjadi tantangan dalam pembangunan sosial di Indonesia. Oleh karena itu, pemberdayaan sosial melalui program berbasis masyarakat menjadi penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Kampung Kesetiakawanan Sosial dalam pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Margo Utomo di Desa Prodo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas perangkat desa, pengelola BUMDes, dan masyarakat penerima manfaat program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kampung Kesetiakawanan Sosial mampu meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan keterampilan, penguatan partisipasi masyarakat, serta pengembangan usaha ekonomi produktif. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan masyarakat sehingga turut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Kampung Margo Utomo. Selain itu, program juga memperkuat solidaritas sosial dan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi desa. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa kendala, seperti ketergantungan terhadap mitra pemasaran dan keterbatasan anggaran dalam pengembangan usaha. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan koordinasi yang lebih optimal agar program dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Modal Usaha dan Omzet Sebagai Faktor Kunci Peningkatan Pendapatan UMKM di Wisata Banyubiru Kabupaten Pasuruanan Fifi Lailatun Nikma; Sugeng Pradikto
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 9 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v9i2.12161

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi omzet dan pendapatan UMKM pasca renovasi Wisata Banyubiru, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, dengan omzet sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian terdiri atas 53 pelaku UMKM yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan analisis jalur (path analysis) menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pengunjung dan modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap omzet, sedangkan pemanfaatan media sosial tidak berpengaruh signifikan. Namun, peningkatan jumlah pengunjung tidak secara otomatis meningkatkan pendapatan UMKM secara langsung. Pendapatan UMKM secara signifikan dipengaruhi oleh modal usaha dan omzet, sementara jumlah pengunjung dan pemanfaatan media sosial tidak berpengaruh signifikan secara langsung. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan antara faktor yang mendorong peningkatan omzet dan faktor yang secara langsung meningkatkan pendapatan. Dengan demikian, ramainya kunjungan wisatawan belum menjadi jaminan peningkatan pendapatan UMKM karena keberhasilan ekonomi bergantung pada kemampuan pelaku usaha mengonversi arus pengunjung menjadi omzet. Secara konseptual, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan aktivitas wisata tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan UMKM.