Nasywa Nur Aulian Nisaa
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Makna Kehilangan dalam Lirik Lagu “Sesi Potret” Karya Enau feat. Ari Lesmana: Analisis Semiotika Roland Barthes: The Representation of Loss in the Lyrics of “Sesi Potret” by Enau feat. Ari Lesmana: A Roland Barthes Semiotic Analysis Nasywa Nur Aulian Nisaa; Rohanda Rohanda
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2794

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi makna kehilangan dalam lirik lagu “Sesi Potret” karya Enau feat. Ari Lesmana dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana makna denotatif, konotatif, dan mitos membangun pengalaman emosional kehilangan orang terkasih. Penelitian menggunakan metode kualitatif-interpretatif dengan pendekatan semiotika Barthes. Data primer berupa unit-unit lirik yang merepresentasikan kepulangan, ketidakhadiran, ingatan, jejak sensorik, jarak, keikhlasan, foto keluarga, dan penyesalan. Analisis dilakukan melalui empat tahap, yaitu mengidentifikasi makna denotatif, menafsirkan makna konotatif, mengelompokkan konotasi berulang menjadi mitos, dan memverifikasi tafsir dalam keseluruhan struktur lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan direpresentasikan melalui eufemisme kematian, absensi sensorik, penyesalan yang tertunda, perubahan susunan keluarga, dan proses penerimaan yang belum selesai. Kesimpulannya, kehilangan dalam lirik tidak hadir sebagai emosi tunggal, tetapi sebagai perubahan relasi terhadap waktu, ruang, indera, dan hubungan sosial. Kontribusi penelitian ini adalah mengintegrasikan semiotika Barthes dengan kajian eufemisme kematian dan duka sensorik dalam musik populer Indonesia.