Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DUKUNGAN ATASAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN OPERASIONAL PADA HOTEL COMO UMA CANGGU BALI Ni Komang Ayu Tria Paramita; I Gusti Lanang Suta Artatanaya; Leni Anggraini Susanti
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1584

Abstract

Pelatihan kerja dan dukungan atasan merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi kinerja karyawan, khususnya di industri perhotelan yang membutuhkan kualitas layanan yang tinggi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja dan dukungan Atasan terhadap kinerja karyawan operasional di COMO Uma Canggu. Pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 107 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana dari total populasi 146 karyawan operasional. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, koefisien determinasi (R²), uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dukungan atasan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Lebih lanjut, pelatihan kerja dan dukungan atasan secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan operasional. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa pelatihan kerja dan dukungan atasan menjelaskan 54,1% variasi kinerja karyawan, sedangkan sisanya 45,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar cakupan penelitian ini. Temuan ini mendukung Teori Pertukaran Sosial, yang menyatakan bahwa karyawan cenderung membalas investasi organisasi, seperti kesempatan pelatihan dan dukungan penyelia, melalui peningkatan kinerja. Oleh karena itu, organisasi harus terus meningkatkan program pelatihan dan memperkuat dukungan penyelia untuk mengoptimalkan kinerja karyawan dan mencapai tujuan organisasi.
PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DUKUNGAN ATASAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN OPERASIONAL PADA HOTEL COMO UMA CANGGU BALI Ni Komang Ayu Tria Paramita; I Gusti Lanang Suta Artatanaya; Leni Anggraini Susanti
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1584

Abstract

Pelatihan kerja dan dukungan atasan merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi kinerja karyawan, khususnya di industri perhotelan yang membutuhkan kualitas layanan yang tinggi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja dan dukungan Atasan terhadap kinerja karyawan operasional di COMO Uma Canggu. Pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 107 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana dari total populasi 146 karyawan operasional. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, koefisien determinasi (R²), uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dukungan atasan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Lebih lanjut, pelatihan kerja dan dukungan atasan secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan operasional. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa pelatihan kerja dan dukungan atasan menjelaskan 54,1% variasi kinerja karyawan, sedangkan sisanya 45,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar cakupan penelitian ini. Temuan ini mendukung Teori Pertukaran Sosial, yang menyatakan bahwa karyawan cenderung membalas investasi organisasi, seperti kesempatan pelatihan dan dukungan penyelia, melalui peningkatan kinerja. Oleh karena itu, organisasi harus terus meningkatkan program pelatihan dan memperkuat dukungan penyelia untuk mengoptimalkan kinerja karyawan dan mencapai tujuan organisasi.