Tujuan penelitian ini ialah menginvestigasi tautan antara beban kerja serta stres jabatan terhadap intensi pindah kerja, seraya mengevaluasi peranan kelelahan emosional sebagai faktor mediasi. Kerangka kuantitatif dipakai dengan menyertakan seluruh populasi yang mencakup 53 pengemudi trailer di PT Himalaya Andalan Transportindo melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data ditempuh lewat angket berskala Likert dan dievaluasi memakai program Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) bersama platform SmartPLS 4.0. Konklusi analisis menyimpulkan bahwa beban kerja terbukti berpengaruh searah dan signifikan terhadap intensi pindah serta kelelahan emosional. Di sisi lain, stres jabatan turut memberikan pengaruh searah yang signifikan terhadap kedua variabel tersebut. Di samping itu, kelelahan emosional didapati mempunyai pengaruh searah yang signifikan terhadap intensi perpindahan. Pengujian pengaruh tidak langsung juga mengonfirmasi bahwa kelelahan emosional bertindak sebagai perantara dampak beban kerja maupun stres jabatan terhadap intensi pindah kerja. Berdasarkan paparan tersebut, lonjakan tuntutan tugas beserta tekanan okupasional terbukti mampu memperparah kelelahan emosional, sehingga bermuara pada menguatnya dorongan sopir untuk meninggalkan perusahaan. Maka dari itu, pengaturan beban kerja, mitigasi stres, serta penerapan program pencegahan kelelahan menjadi pilar esensial dalam mempertahankan aset pengemudi.