Salma Hilmy Rusydi Hashim
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penicillin G Acylase sebagai Biokatalis Dalam Sintesis Enzimatis Antibiotik Beta-Laktam Wiwin Try Ayu Rombe; Iin Hardiyati; Susi Kusumaningrum; Ahmad Wibisana; Errol Rakhmad Noordam; Salma Hilmy Rusydi Hashim
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/f0qvk858

Abstract

Antibiotik $\beta$-laktam banyak digunakan dalam terapi infeksi bakteri, namun produksi kimiawinya menghasilkan limbah tinggi dan menggunakan bahan berbahaya. Penicillin G acylase (PGA) menjadi biokatalis kunci untuk hidrolisis penisilin G menjadi asam 6-aminopenisilanat (6-APA) serta sintesis antibiotik semisintetik seperti ampisilin dan amoksisilin. Kajian literatur ilmiah 2015–2025 ini bertujuan menganalisis karakteristik, mekanisme katalitik, dan strategi peningkatan kinerja PGA dalam sintesis enzimatis antibiotik $\beta$-laktam. Hasil studi menunjukkan kinerja PGA dapat ditingkatkan melalui rekayasa protein, evolusi terarah, imobilisasi enzim, rekayasa media reaksi dengan kosolven organik, serta integrasi kristalisasi reaktif secara in situ. Selain PGA, $\alpha$-amino ester hydrolase (AEH) berpotensi sebagai biokatalis alternatif, khususnya pada sintesis sefaleksin. Pengembangan PGA yang efisien dan stabil mendukung produksi antibiotik $\beta$-laktam yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mengurangi ketergantungan bahan baku obat impor.
Karakterisasi dan Profil Pelepasan Ampisilin-Sulbaktam dari Scaffold Hidroksiapatit Tulang Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Retno Tri Anjani; Nurvidian Khasanah; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Iin Hardiyati
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2583

Abstract

Osteomielitis merupakan peradangan tulang dan sumsum tulang akibat infeksi bakteri yang membutuhkan sistem penghantaran obat lokal secara terkontrol untuk mencapai konsentrasi terapi optimal pada lokasi target. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan scaffold hidroksiapatit tulang ikan kakap putih bermuatan ampisilin-sulbaktam serta mengetahui karakteristik morfologi, gugus fungsi, dan profil pelepasan obat pada berbagai konsentrasi. Metode pembuatan scaffold dilakukan melalui sintesis hidroksiapatit dari tulang ikan kakap putih dengan teknik replikasi spons poliretan, dilanjutkan pemuatan ampisilin-sulbaktam dalam tiga variasi bobot yaitu 1,5 g, 2 g, dan 2,5 g. Sediaan dikarakterisasi secara makroskopis, mikroskopis, dan Fourier Transform Infrared (FTIR), serta diuji pelepasannya dalam larutan Phosphate Buffer Saline (PBS) selama 24 jam menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil pengamatan makroskopis menunjukkan sediaan padat berpori berwarna kuning, sedangkan evaluasi mikroskopis memperlihatkan struktur pori tidak beraturan di antara himpunan material hidroksiapatit. Karakterisasi spektroskopi mengonfirmasi keberhasilan pemuatan obat melalui munculnya serapan khas gugus amina, karbonil, dan amida tanpa mengubah struktur dasar hidroksiapatit. Persentase kumulatif pelepasan obat selama 24 jam mencapai rentang 57,81% hingga 74,20% yang mengikuti model kinetika Higuchi dengan mekanisme difusi. Uji one way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada profil pelepasan obat antavariasi konsentrasi (p = 0,497). Dapat disimpulkan bahwa limbah tulang ikan kakap putih berpotensi diformulasikan sebagai sediaan scaffold hidroksiapatit pembawa ampisilin-sulbaktam yang mampu melepaskan obat secara bertahap untuk mendukung terapi lokal infeksi tulang.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Mengenai Period After Opening dan Expired Date Kosmetik Perawatan Kulit di Toko Kosmetik X Lifia Putri Zahrotul Zannati Al-Gojali; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Iin Hardiyati; Sri Rachmi Firdausi
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/w1x2fb17

Abstract

Period After Opening dan Expired Date merupakan informasi penting yang perlu dipahami masyarakat untuk menjamin keamanan, mutu, serta khasiat penggunaan Kosmetik Perawatan Kulit. Kurangnya pengetahuan mengenai Period After Opening dan Expired Date dapat memengaruhi sikap dalam menggunakan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap mengenai Period After Opening dan Expired Date Kosmetik Perawatan Kulit di Toko Kosmetik X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 86 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (72 responden; 83,7%), sedangkan 46 responden (52,0%) memiliki sikap positif. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,475 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap mengenai Period After Opening dan Expired Date pada Kosmetik Perawatan Kulit di Toko Kosmetik X.