Industri batik menghadapi tantangan untuk mempertahankan relevansi produk budaya di tengah perkembangan media digital dan perubahan karakteristik audiens. Instagram tidak hanya dapat digunakan sebagai media promosi, tetapi juga sebagai ruang untuk mengonstruksi cerita, mengomunikasikan nilai budaya, dan membangun identitas brand. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pemasaran Batik Samida melalui Instagram dengan fokus pada perencanaan konten, digital storytelling, konsistensi identitas brand, dan kolaborasi influencer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma konstruktivis. Data diperoleh melalui wawancara dengan pemilik, pengelola Instagram, influencer, konsumen, dan informan ahli, serta observasi dan dokumentasi akun @BatikSamida. Data dianalisis menggunakan model interaktif dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan konten didasarkan pada prioritas produk, sumber cerita, momentum, dan fitur Instagram. Digital storytelling mengangkat filosofi motif, pengrajin dan proses membatik, budaya Cirebon, serta penggunaan batik dalam kehidupan modern. Konsistensi identitas brand ditampilkan melalui karakter Cirebon, handmade, kualitas produk, dan perpaduan nilai tradisional dengan pendekatan modern. Kolaborasi influencer menjadi keunggulan karena mempertimbangkan kesesuaian brand dan audiens, menghasilkan komunikasi autentik, serta memperluas jangkauan cerita. Digital storytelling menjadi penghubung antara perencanaan konten, konstruksi identitas brand, dan perluasan komunikasi pemasaran.