Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Quick Blood dan Ultrafiltration Goals terhadap Kejadian Kram Pada Pasien dengan Hemodialisa di RSUD Kardinah Tegal Geglorian, Theodora Rosaria; Hidayati, Sri; Ratnaningsih, Ani; Atmaja, Arifin Dwi
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.35673

Abstract

Tingginya angka penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Di mana dari tahun 2015 sebanyak 15.524 meningkat menjadi 77.892 pada tahun 2017, dan diprediksi akan semakin meningkat tiap tahunnya. Hal ini menimbulkan keresahan bagi seluruh masyarakat. Salah satu kejadian yang dapat terjadi pada pasien hemodialisa yaitu munculnya kram. Kejadian kram ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang belum jelas. Dari beberapa penelitian yang telah dipelajari bahwa faktor yang berhubungan belum diujikan. Maka pada penelitian ini akan dikaukan uji untuk mengetahui hubungan quick blood (QB) dan ultrafiltration goals (UFG) terhadap angka kejadian kram pada pasien dengan hemodialisa di RSUD Kardinah Tegal. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan sampe dengan purposive sampling. Didapatkan jumlah responden sejumlah 50 responden yang bersedia dan mejalani hemodialisa. Didapatkan nilai F hasil (3.331) > F tabel (2.802) untuk QB dan nilai F hasil (10.902) > F tabel (2.802) untuk UFG. Berdasarkan hasil bahwa ada hubungan antara QB dan UFG terhadap angka kejadian kram pada pasien hemodialisa. Adanya hubungan antara QB dan UFG terhadap angka kejadian kram, maka pemberi pelayanan kesehatan khususnya hemodialisa harus lebih hati-hati, baik penentuan QB dan UFG, pengkajian berkala tentang kejadian kram pada pasien dan mempersiapkan kebutuhan (pengobatan) jika kram terjadi. 
Senam Otak pada Lansia untuk Pencegahan Demensia pada Program Prolanis Puskesmas Adiwerna Kabupaten Tegal Satria, Ramadhan Putra; Unayah, Maelia; Indrastuti, Arriani; Risnanto, Risnanto; Atmaja, Arifin Dwi; Nurzamzami, Nurzamzami
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 6 No 2 (2025): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v6i2.899

Abstract

Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif, memori, dan kemampuan adaptasi dalam aktivitas sehari-hari. Upaya preventif menjadi sangat penting mengingat belum adanya terapi kuratif yang efektif. Senam otak (brain gym) merupakan aktivitas fisik sekaligus kognitif yang terbukti mampu merangsang koordinasi saraf, meningkatkan aliran darah ke otak, dan mengoptimalkan kerja kedua belahan hemisfer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas senam otak dalam menurunkan risiko penurunan kognitif pada lansia. Metode yang digunakan berupa studi intervensi dengan pendekatan kuasi-eksperimental melalui pemberian program senam otak selama empat hingga delapan minggu pada kelompok lansia di komunitas. Pengukuran tingkat fungsi kognitif dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen standar seperti Mini-Mental State Examination (MMSE) atau Montreal Cognitive Assessment (MoCA). Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor fungsi kognitif lansia setelah mengikuti program senam otak secara teratur. Aktivitas ini tidak hanya membantu meningkatkan fokus, memori, dan kecepatan pemrosesan informasi, tetapi juga mendukung kesehatan emosional melalui interaksi sosial dan peningkatan rasa percaya diri. Kesimpulannya, senam otak merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, murah, dan mudah diterapkan sebagai upaya pencegahan demensia pada lansia. Implementasi program secara reguler dan berkelanjutan direkomendasikan untuk mengoptimalkan manfaatnya dalam menjaga kesehatan kognitif lansia.
Miswak’s Extract for Oral Care Reduces VAP Risk in Ventilated Patients: A Case Study Muslim, Fariz Jauhar; Atmaja, Arifin Dwi
Journal of Health Sciences and Medical Development Vol. 5 No. 01 (2026): Forthcoming Issue - Journal of Health Sciences and Medical Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/hesmed.v5i01.2185

Abstract

Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) is a common nosocomial infection among patients receiving mechanical ventilation and is associated with increased morbidity, mortality, and prolonged length of stay in the intensive care unit (ICU). Poor oral hygiene is a key contributor to oropharyngeal bacterial colonization, which may facilitate the development of VAP. Miswak (Salvadora persica L.) contains natural antibacterial compounds and has potential as an alternative oral care intervention in nursing practice. This study employed an Evidence-Based Practice case study approach involving a mechanically ventilated patient in the ICU. Oral care using miswak extract was implemented for three consecutive days according to the established nursing care plan. Oral health status was assessed using the Beck Oral Assessment Score (BOAS), while the risk of VAP was evaluated using the Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS). Following the intervention, oral hygiene improved significantly, as indicated by a reduction in the BOAS score from 7 to 3. The risk of VAP also decreased, demonstrated by a decline in the CPIS score from 7 (high risk) to 3 (low risk), accompanied by reduced purulent secretions and stable clinical parameters. These findings suggest that oral care using miswak extract is effective in improving oral hygiene and reducing VAP risk and may be recommended as a safe, practical, and evidence-based preventive intervention in ICU nursing practice.