p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medicare
Wahida Yuliana
Universitas Hafshawati Zainul Hasan, Probolinggo

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Pertumbuhan Bayi Usia 6 Bulan Berdasarkan Kenaikan Berat Badan Di Upt Puskesmas Curahtulis Novia Arisandi; Wahida Yuliana; Muthmainnah Zakiyyah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.337

Abstract

World Health Organization (WHO) merekomendasikan bayi harus diberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pemberian ASI eksklusif Dengan Pertumbuhan Bayi Usia 6 Bulan Berdasarkan Kenaikan Berat Badan Di UPT Puskesmas Curahtulis, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 32 bayi usia 6 bulan dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk menilai pemberian ASI Eksklusif dan KMS untuk menilai pertumbuhan bayi berdasarkan berat badan bayi. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak bayi usia 6 bulan diberikan ASI eksklusif yaitu sebesar 87,5% dan bayi dengan pertumbuhan naik berat badan sebesar 71,9%. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara hubungan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6 bulan dengan pertumbuhan bayi berdasarkan kenaikan berat badan di UPT Puskesmas Curahtulis (p = 0,039 < α = 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6 bulan berpengaruh pada pertumbuhan bayi berdasarkan kenaikan berat badan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi dan konseling kepada semua ibu yang memiliki bayi usia 6 bulan untuk memberikan ASI ekslusif.
Hubungan Usia Pengenalan MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Maron Nurul Laifa; Wahida Yuliana; Tutik Hidayati
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.398

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu faktor risiko stunting adalah pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak sesuai waktu. Pengenalan MP-ASI yang terlalu dini maupun terlambat dapat memengaruhi status gizi dan pertumbuhan balita. Di wilayah kerja Puskesmas Maron, prevalensi stunting masih mencapai 9,5%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara usia pengenalan MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 179 balita yang dipilih secara stratified random sampling dari populasi 324 balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U) berdasarkan standar WHO. Analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia pengenalan MP-ASI dan kejadian stunting (p < 0,05). Pemberian MP-ASI tepat waktu pada usia 6 bulan penting sebagai upaya pencegahan stunting.
Hubungan Penggunaan KB Suntik 3 Bulanan dengan Perubahan Libido di Puskesmas Wangkal Kabupaten Probolinggo Devi Ninda Lestari; Nova Hikmawati; Wahida Yuliana
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.424

Abstract

KB suntik 3 bulanan DMPA merupakan metode kontrasepsi hormonal yang mengandung progesteron dan diberikan setiap tiga bulan, dengan salah satu efek samping yang sering dikeluhkan berupa perubahan libido. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan KB suntik 3 bulanan dengan perubahan libido pada akseptor di Puskesmas Wangkal Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan sampel 53 akseptor yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS. Hasil analisis menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 0,56 dengan p-value 0,813 (>0,05), serta didukung oleh uji Continuity Correction, Likelihood Ratio, dan Fisher’s Exact Test yang seluruhnya menunjukkan hasil tidak signifikan. Dengan demikian, tidak terdapat hubungan bermakna antara penggunaan KB suntik 3 bulanan dengan perubahan libido. Perubahan libido pada akseptor kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi fisik, psikologis, dan beban sosial, sehingga pelayanan KB perlu menerapkan pendekatan holistik.
Hubungan Dukungan Suami dengan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengikuti Kelas Ibu Hamil Studi di Desa Sukapura Kecamatan Kabupaten Probolinggo Evi Dwi Setiyo Rini; Nova Hikmawati; Wahida Yuliana
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.438

Abstract

Kelas ibu hamil merupakan program edukatif penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu menghadapi persalinan. Namun, kepatuhan ibu dalam mengikuti kelas ini masih rendah, yang salah satu faktornya adalah kurangnya dukungan dari suami. Tujuan mengetahui hubungan antara dukungan suami dan kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil di Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 34 ibu hamil diambil secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan daftar tilik, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil tidak patuh mengikuti kelas ibu hamil (79,4%) dan tidak mendapatkan dukungan suami. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan suami dan kepatuhan ibu hamil (p = 0,000 < α = 0,05) sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan pelibatan suami dalam setiap kegiatan kelas ibu hamil.
Hubungan Pernikahan Dini dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis Pada Ibu Hamil di Puskesmas Krucil Dian Sri Utami; Nova Hikmawati; Wahida Yuliana
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang masih banyak terjadi di Indonesia dan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu hamil, salah satunya kekurangan energi kronis (KEK). KEK pada ibu hamil dapat berdampak pada komplikasi kehamilan, persalinan, serta pertumbuhan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil di Puskesmas Krucil Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Krucil, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Variabel yang diteliti meliputi usia saat menikah sebagai variabel independen dan kejadian KEK pada ibu hamil sebagai variabel dependen yang diukur melalui Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pernikahan dini dengan kejadian KEK pada ibu hamil dengan nilai p < 0,05. Disimpulkan bahwa pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko terjadinya KEK pada ibu hamil.