p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medicare
Muthmainnah Zakiyyah
Universitas Hafshawati Zainul Hasan, Probolinggo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Pertumbuhan Bayi Usia 6 Bulan Berdasarkan Kenaikan Berat Badan Di Upt Puskesmas Curahtulis Novia Arisandi; Wahida Yuliana; Muthmainnah Zakiyyah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.337

Abstract

World Health Organization (WHO) merekomendasikan bayi harus diberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pemberian ASI eksklusif Dengan Pertumbuhan Bayi Usia 6 Bulan Berdasarkan Kenaikan Berat Badan Di UPT Puskesmas Curahtulis, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 32 bayi usia 6 bulan dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk menilai pemberian ASI Eksklusif dan KMS untuk menilai pertumbuhan bayi berdasarkan berat badan bayi. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak bayi usia 6 bulan diberikan ASI eksklusif yaitu sebesar 87,5% dan bayi dengan pertumbuhan naik berat badan sebesar 71,9%. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara hubungan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6 bulan dengan pertumbuhan bayi berdasarkan kenaikan berat badan di UPT Puskesmas Curahtulis (p = 0,039 < α = 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6 bulan berpengaruh pada pertumbuhan bayi berdasarkan kenaikan berat badan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi dan konseling kepada semua ibu yang memiliki bayi usia 6 bulan untuk memberikan ASI ekslusif.
Hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Dengan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil di Desa Pandean Kabupaten Probolinggo Miftahul Jennah; Tutik Ekasari; Muthmainnah Zakiyyah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.342

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan kondisi kurangnya asupan energi dan protein dalam jangka panjang yang sering dialami ibu hamil, terutama di wilayah pedesaan. Kondisi ini berdampak pada kesehatan ibu dan janin serta dapat memicu gangguan psikologis, salah satunya kecemasan selama kehamilan. Kecemasan yang tidak tertangani dapat memengaruhi kondisi fisik ibu, perkembangan janin, dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara KEK dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil di Desa Pandean, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk menentukan status KEK dan kuesioner HARS untuk mengukur tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil dengan KEK mengalami kecemasan sedang hingga tinggi. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara KEK dan tingkat kecemasan (p < 0,05). Diperlukan edukasi gizi dan pemeriksaan kehamilan rutin untuk mencegah KEK dan menurunkan kecemasan ibu hamil.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Preeklamsia di Puskesmas Wangkal Kabupaten Probolinggo Mursyida; Tutik Ekasari; Muthmainnah Zakiyyah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.418

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor risiko penting adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) pada ibu hamil. IMT yang tidak normal, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Wangkal. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari Buku KIA. Teknik purposive sampling digunakan dengan jumlah sampel 53 ibu hamil dari kluster 2 pada periode Mei–Juni 2025. Hasil menunjukkan mayoritas memiliki IMT ≥25 kg/m² sebanyak 28 orang (52,8%) dan kejadian preeklamsia sebanyak 22 orang (41,5%). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara IMT ibu hamil dengan dan tanpa preeklamsia (p=0,015). Hal ini menegaskan IMT berhubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia. Oleh karena itu, pemantauan IMT sejak awal kehamilan serta edukasi gizi dan pengendalian kenaikan berat badan perlu dilakukan untuk mencegah preeklamsia dan komplikasi kehamilan.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Hindmilk dengan Kenaikan Berat Badan Bayi 0 – 6 Bulan di Desa Sidodadi Puskesmas Jabung Sisi Muslimatur Rodiyah; Tutik Ekasari; Muthmainnah Zakiyyah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.441

Abstract

Pengukuran tingkat pengetahuan ibu menyusui mengenai keseimbangan foremilk dan hindmilk masih jarang dilakukan. Sebagian literatur hanya menyoroti rasa khawatir dan pendapat ibu, yang sering merasa cemas atau marah akibat kurangnya pemahaman tentang hindmilk, sehingga dapat memengaruhi proses menyusui dan memicu penyapihan dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang hindmilk dengan kenaikan berat badan bayi usia 0–6 bulan di Desa Sidodadi, wilayah kerja Puskesmas Jabung Sisir. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi seluruh ibu bayi 0–6 bulan, dan sampel sebanyak 49 responden yang diambil melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Spearman Rank Test. Hasil menunjukkan bahwa 43 ibu (87,8%) memiliki pengetahuan cukup baik, dan 31 bayi (63,3%) mengalami kenaikan berat badan. Uji spearman rank menghasilkan p value = 0,000 ≤ 0,05, menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang hindmilk dan kenaikan berat badan bayi. Peran bidan sangat penting dalam memberikan informasi yang efektif, sehingga ibu dapat menyusui bayi dengan optimal dan mendukung pertumbuhan sesuai usianya.