p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medicare
Iit Ermawati
Universitas Hafshawati Zainul Hasan, Probolinggo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Keputihan pada Remaja di SLTP 3 Sukapura Hesti Rini Utami; Iit Ermawati; Yessy Nur Endah Sary
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.394

Abstract

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat dipengaruhi oleh perilaku kebersihan diri (personal hygiene) yang kurang baik. Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami keputihan akibat perubahan hormonal, kurangnya pengetahuan, serta kebiasaan menjaga kebersihan organ reproduksi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SLTP Negeri 3 Sukapura. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SLTP Negeri 3 Sukapura sebanyak 35 orang, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah disusun sesuai variabel penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki personal hygiene kategori cukup dan mengalami keputihan sebanyak 21 responden (65,6%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara personal hygiene dengan kejadian keputihan. Oleh karena itu, edukasi kesehatan reproduksi perlu ditingkatkan untuk mendorong perilaku kebersihan diri yang lebih baik pada remaja putri.
Pengaruh Edukasi (Sadari dalam Deteksi Dini Kanker Payudara) terhadap Pengetahuan Pemeriksaan Sadari pada Remaja Putri di SMKN Lumbang Yuliana; Agustina Widayati; Iit Ermawati
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.399

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu faktor risiko stunting adalah pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak sesuai waktu. Pengenalan MP-ASI yang terlalu dini maupun terlambat dapat memengaruhi status gizi dan pertumbuhan balita. Di Wilayah Kerja Puskesmas Maron, prevalensi stunting masih mencapai 9,5%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara usia pengenalan MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 179 balita yang dipilih secara stratified random sampling dari populasi 324 balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U) berdasarkan standar WHO. Analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia pengenalan MP-ASI dan kejadian stunting (p < 0,05). Pemberian MP-ASI tepat waktu pada usia 6 bulan penting sebagai upaya pencegahan stunting
Hubungan Konsumsi Minuman Manis dengan Kejadian Fluor Albus pada Remaja Putri di SMKN 1 Lumbang Kabupaten Probolinggo Indri Destikasari; Iit Ermawati; Yessy Nur Endah Sary
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.415

Abstract

Fluor albus atau keputihan merupakan gangguan kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri, baik bersifat fisiologis maupun patologis. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi fluor albus patologis adalah konsumsi makanan dan minuman tinggi gula yang dapat mengganggu keseimbangan flora normal vagina serta memicu pertumbuhan jamur Candida. Remaja putri termasuk kelompok rentan akibat perubahan hormonal, gaya hidup, dan pola makan yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi minuman manis dengan kejadian fluor albus pada remaja putri di SMK Negeri 1 Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling pada 60 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan nilai p = 0,601 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi minuman manis dan kejadian fluor albus. Temuan ini mengindikasikan bahwa fluor albus kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, sehingga diperlukan edukasi kesehatan reproduksi dan penerapan pola hidup sehat pada remaja.
Tingkat Pengetahuan tentang Kebutuhan Gizi Ibu Hamil dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Puskesmas Wangkal Kabupaten Probolinggo Yuliantika; Riska Faraswati; Iit Ermawati
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.425

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan masalah gizi pada kehamilan yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizi serta dipengaruhi oleh penyakit infeksi, dan dapat berdampak pada bayi dengan berat lahir rendah (<2500 g). Pemenuhan gizi ibu hamil sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap terhadap kebutuhan zat gizi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan gizi ibu hamil trimester I, II, dan III dengan kejadian KEK di Puskesmas Wangkal Kecamatan Gading. Penelitian menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan pada Mei 2025 dengan sampel 52 ibu hamil yang mengalami KEK dan berisiko KEK, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,5% responden mengalami KEK dan 38,5% berisiko KEK. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan tentang kebutuhan gizi ibu hamil dengan kejadian KEK (p = 0,004). Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan konseling gizi oleh tenaga kesehatan dan kader kepada ibu hamil dan keluarganya.