p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medicare
Yessy Nur Endah Sary
Universitas Hafshawati Zainul Hasan, Probolinggo

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Angka Pernikahan Dini dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Senduro Ivana Selasi; Yessy Nur Endah Sary; Sri Wahyuningsih
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.444

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya AKB adalah kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), yaitu bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram. BBLR dapat meningkatkan risiko kematian neonatal, kematian postneonatal, serta berbagai masalah kesehatan pada bayi. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah faktor biologis, terutama usia ibu saat hamil. Pernikahan dini dapat menyebabkan kehamilan pada usia kurang dari 19 tahun yang berisiko tinggi karena kondisi fisik dan emosional ibu yang belum matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan kejadian BBLR di wilayah kerja UPT Puskesmas Senduro. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh data ibu bersalin yang tercatat dalam register PWS KIA tahun 2024 sebanyak 157 orang, dengan teknik total sampling. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan nilai Assymp sig 0,019 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pernikahan dini dan kejadian BBLR. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi remaja dan sosialisasi pentingnya program keluarga berencana.
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Keputihan pada Remaja di SLTP 3 Sukapura Hesti Rini Utami; Iit Ermawati; Yessy Nur Endah Sary
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.394

Abstract

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat dipengaruhi oleh perilaku kebersihan diri (personal hygiene) yang kurang baik. Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami keputihan akibat perubahan hormonal, kurangnya pengetahuan, serta kebiasaan menjaga kebersihan organ reproduksi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SLTP Negeri 3 Sukapura. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SLTP Negeri 3 Sukapura sebanyak 35 orang, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah disusun sesuai variabel penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki personal hygiene kategori cukup dan mengalami keputihan sebanyak 21 responden (65,6%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara personal hygiene dengan kejadian keputihan. Oleh karena itu, edukasi kesehatan reproduksi perlu ditingkatkan untuk mendorong perilaku kebersihan diri yang lebih baik pada remaja putri.
Hubungan Pernikahan Dini dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Anyar Kabupaten Probolinggo Ana Rusmayanti; Yessy Nur Endah Sary; Tri Irayani
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.396

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis ketika seorang perempuan mengandung embrio hingga janin di dalam rahim selama kurang lebih sembilan bulan. Pernikahan dini pada ibu hamil berpotensi menyebabkan kebutuhan gizi tidak terpenuhi secara optimal sehingga meningkatkan risiko anemia, Kekurangan Energi Kronis (KEK), perdarahan, serta Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan korelasional. Sampel berjumlah 28 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dengan instrumen berupa checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,6% ibu hamil menikah pada usia 15–18 tahun dan 46,4% pada usia ≥19 tahun. Kejadian anemia ditemukan pada 50% responden. Uji chi-square menunjukkan nilai p value 0,021 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pernikahan dini dan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi tentang pentingnya pernikahan pada usia matang.
Hubungan Konsumsi Minuman Manis dengan Kejadian Fluor Albus pada Remaja Putri di SMKN 1 Lumbang Kabupaten Probolinggo Indri Destikasari; Iit Ermawati; Yessy Nur Endah Sary
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.415

Abstract

Fluor albus atau keputihan merupakan gangguan kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri, baik bersifat fisiologis maupun patologis. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi fluor albus patologis adalah konsumsi makanan dan minuman tinggi gula yang dapat mengganggu keseimbangan flora normal vagina serta memicu pertumbuhan jamur Candida. Remaja putri termasuk kelompok rentan akibat perubahan hormonal, gaya hidup, dan pola makan yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi minuman manis dengan kejadian fluor albus pada remaja putri di SMK Negeri 1 Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling pada 60 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan nilai p = 0,601 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi minuman manis dan kejadian fluor albus. Temuan ini mengindikasikan bahwa fluor albus kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, sehingga diperlukan edukasi kesehatan reproduksi dan penerapan pola hidup sehat pada remaja.
Hubungan antara Pernikahan Dini dengan Kesehatan Mental pada Remaja Putri di Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Anggia Dwi Arkhandi; Yessy Nur Endah Sary; Tri Irayani
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.439

Abstract

Pernikahan dini dapat mempengaruhi kesehatan mental remaja putri karena kurangnya kesiapan psikologis dalam menjalani kehidupan pernikahan yang dapat memicu stres, kecemasan, dan tekanan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan kesehatan mental pada remaja putri di Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang menikah dini di Kecamatan Sumberasih dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pernikahan dini dengan kesehatan mental pada remaja putri di Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pernikahan dini berhubungan dengan kondisi kesehatan mental remaja putri sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi dan kesiapan pernikahan pada remaja untuk mencegah dampak psikologis yang lebih lanjut.