Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi limbah sapi potong menjadi pupuk organik berbasis agrosilvopasture dengan dukungan inovasi digital pada kelompok tani Sumber Usaha Muda Firdaus Husein; Erlina Astuti; Ika Fitriani Dyah Ratnasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40449

Abstract

Abstrak Limbah peternakan sapi potong memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik, namun pemanfaatannya masih belum optimal di Kelompok Tani Sumber Usaha Muda, Kabupaten Lamandau. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah limbah sapi potong menjadi pupuk organik berbasis agrosilvopasture serta memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi teknologi, praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata pre-test 58,4 menjadi 86,7 pada post-test. Peserta juga mampu memproduksi pupuk organik granul secara mandiri melalui proses fermentasi, granulasi, pengeringan, dan pengemasan. Selain itu, kelompok tani berhasil menerapkan pemasaran digital melalui Instagram dan Shopee untuk memperluas jangkauan pasar. Penerapan konsep agrosilvopasture mampu menciptakan sistem pertanian terintegrasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan nilai tambah limbah sapi potong, memperkuat kapasitas kelompok tani, serta mendukung transformasi digital dalam pemasaran produk pertanian. Kata kunci: limbah sapi potong; pupuk organik granul; agrosilvopasture; digital marketing; pemberdayaan masyarakat. Abstract Beef cattle manure has great potential as raw material for organic fertilizer; however, its utilization in the Sumber Usaha Muda Farmer Group, Lamandau Regency, is still not optimal. This Community Service Program (PKM) aims to improve the knowledge and skills of group members in processing cattle waste into agrosilvopasture-based organic granular fertilizer and in utilizing digital technology for product marketing. The methods include extension activities, training, technology demonstration, hands-on practice, and continuous mentoring. The results show an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score rising from 58.4 to 86.7 in the post-test. Participants were also able to independently produce organic granular fertilizer through fermentation, granulation, drying, and packaging processes. In addition, the farmer group successfully implemented digital marketing through Instagram and Shopee to expand market reach. The application of the agrosilvopasture concept has created an integrated, environmentally friendly, and sustainable farming system. Overall, this program successfully increased the added value of livestock waste, strengthened the capacity of farmer groups, and supported digital transformation in agricultural product marketing. Keywords: cattle waste; organic granular fertilizer; agrosilvopasture; digital marketing; community empowerment.