Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengenalan telur asin sebagai makanan bergizi kepada siswa Sekolah Dasar Islami Terpadu Mutiara Ilmu Riskayanti Riskayanti; Lailatun Nisfimawardah; Monasdir Monasdir; Firdaus Husein; Erlina Astuti; Adhityawan Nugroho
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31271

Abstract

Abstrak Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan telur asin sebagai makanan bergizi kepada siswa SDIT Mutiara Ilmu. Permasalahan yang diangkat adalah kurangnya pemahaman anak-anak tentang gizi seimbang serta rendahnya konsumsi makanan bergizi, seperti telur asin, di kalangan siswa sekolah dasar. Sebagai solusi, program ini akan melaksanakan edukasi gizi melalui penyuluhan, demonstrasi pembuatan telur asin, serta kegiatan interaktif yang menarik. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan lebih memahami manfaat telur asin, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, serta mengembangkan keterampilan dalam memilih dan mengolah makanan bergizi. Kegiatan edukasi pengenalan  mengenai telur asin sebagai makanan bergizi kepada 20 siswa Sekolah Dasar Islami Terpadu Mutiara Ilmu berhasil meningkatkan pengetahuan siswa dengan signifikan, di mana 83% peserta menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang diberikan. Melalui penyampaian informasi dan diskusi interaktif, siswa diajarkan tentang pentingnya memilih makanan yang bergizi dan sehat, yang dapat membantu membentuk pola makan yang baik. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kata kunci: telur asin; jajajanan; bergizi; sehat. Abstract This Community Service (PKM) activity aims to introduce salted eggs as a nutritious food to students of SDIT Mutiara Ilmu. The problems raised are the lack of understanding of children about balanced nutrition and low consumption of nutritious foods, such as salted eggs, among elementary school students. As a solution, this program will organize nutrition education through counseling, cooking salted eggs, and interesting interactive activities. With this approach, students are expected to be able to better understand the benefits of salted eggs, increase awareness of the importance of a healthy diet, and develop skills in choosing and processing nutritious foods. The educational activity introducing salted eggs as a nutritious food to 20 students of SDIT Mutiara Ilmu succeeded in significantly increasing student knowledge, where 83% of participants showed a good understanding of the material provided. Through the delivery of information and interactive discussions, students were taught about the importance of choosing nutritious and healthy foods, which can help form good eating patterns. Overall, the community service activity ran according to the objectives that had been set. Keywords: salted eggs; snacks; nutritious; healthy
Babonisasi sebagai upaya peningkatan ekonomi rumah tangga pedesaan di Desa Nangabulik, Bulik, Lamandau Erlina Astuti; Adhityawan Nugroho; Riskayanti Riskayanti; Monasdir Monasdir; Lailatun Nisfi; Firdaus Husein
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31566

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi dan memberi motivasi kepada masyarakat agar tertarik memelihara ayam pedaging sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi rumahtangga. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Politeknik Lamandau sebagai percontohan masyarakat bahwa beternak ayam pedaging itu mudah dan mendapat untuk yang besar. Kegiatan babonisasi sebagai upaya peningkatan ekonomi dilaksanakan dengan sosialisasi kepada pengurus desa, pembagian ayam broiler kepada warga sekitar kampus yang membutuhkan, penjualan ayam broiler dengan harga di bawah standar pasar, serta keuntungan penjualan diberikan ke gereja sebagai bantuan kontribusi kegiatan keagamaan. Semua kegiatan terlaksana dengan baik dan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat agar berkelanjutan. Kata kunci: pengabdian; babonisasi; lamandau; ekonomi;  rumah tangga AbstractThis community service program aims to provide information and motivate the community to become interested in raising broiler chickens as an effort to improve the household economy. This activity involved students from Lamandau Polytechnic as role models for the community that raising broiler chickens is easy and can yield large profits. The broiler chicken program, as an effort to improve the economy, was carried out through outreach to village administrators, distribution of broiler chickens to residents around the campus in need, sale of broiler chickens at prices below market standards, and donation of sales profits to the church as a contribution to religious activities. All activities were carried out well and received a positive response from the community, which is expected to be sustainable. Keywords: community service; babonization; lamandau; economy; household
Pembelajaran metode pembedahan organ reproduksi hewan pada kalangan pelajar di Kabupaten Lamandau Lailatun Nisfimawardah; Riskayanti Riskayanti; Firdaus Husein; Monasdir Monasdir; Erlina Astuti; Antonius Adhityawan Nugroho; Ika Fitriana Dyah Ratnasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31441

Abstract

Abstrak Pembelajaran tingkat dasar di Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah terus dilakukan melalui pembelajaran teori dan praktik. Adanya mata pembelajaran eksakta menuntut para siswa untuk melakukan dan berkolaborasi secara kelompok. Tujuan pembelajaran ini untuk mempermudah para siswa untuk melakukan pembelajaran secara aktif dan interaktif. Salah satu pembelajaran tersebut ialah praktik pembedahan orga reproduksi pada hewan. Rata-rata siswa-siswi SDIT Mutiara Ilmu belum pernah melakukan pembedahan secara langsung pada hewan dan belum mengenal alat-alat pembedahan sesuai dengan metode dan kaidah yang benar. Pembedahan organ hewan yang dilakukan pada katak merupakan metode yang dirancang secara sederhana agar siswa dapat melakukan secara langsung. Pemahaman yang dilakukan yaitu dengan membedah dan mengidentifikasi organ reproduksi katak. Identifikasi tersebut dilakukan dengan membedakan antara anatomi organ katak jantan dan betina beserta fungsinya. Metode parsitipatif siswa dilakukan melalui presentasi menggunakan media brosur dan diskusi bersama siswa. Untuk melakukan tingkat uji pemahaman dilakukan post test di akhir kegiatan pembedahan sehingga diharapkan siswa dapat memahami dan mengaplikasikan secara langsung. Kata kunci: metode pembedahan; organ reproduksi hewan; pembelajaran Abstract Write Basic learning in Lamandau Regency, Central Kalimantan continues to be carried out through theoretical and practical learning. The existence of exact subjects requires students to do and collaborate in groups. This will make it easier for students to learn actively and interactively. One of these learning activities is the practice of dissecting reproductive organs in animals. On average, students at SDIT Mutiara Ilmu have never performed direct surgery on animals and are not familiar with surgical tools according to the correct methods and rules. Dissection of animal organs carried out on frogs is a method that is designed simply so that students can do it directly. The understanding carried out is by dissecting and identifying the reproductive organs of frogs. This identification is carried out by distinguishing between the anatomy of male and female frog organs and their functions. The student participatory method is carried out through presentations using brochure media and discussions with students. To carry out the level of understanding test, a post-test is carried out at the end of the dissection activity so that students are expected to be able to understand and apply it directly. Keywords: animal reproductive organs; learning; surgical methods