Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengenalan telur asin sebagai makanan bergizi kepada siswa Sekolah Dasar Islami Terpadu Mutiara Ilmu Riskayanti Riskayanti; Lailatun Nisfimawardah; Monasdir Monasdir; Firdaus Husein; Erlina Astuti; Adhityawan Nugroho
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31271

Abstract

Abstrak Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan telur asin sebagai makanan bergizi kepada siswa SDIT Mutiara Ilmu. Permasalahan yang diangkat adalah kurangnya pemahaman anak-anak tentang gizi seimbang serta rendahnya konsumsi makanan bergizi, seperti telur asin, di kalangan siswa sekolah dasar. Sebagai solusi, program ini akan melaksanakan edukasi gizi melalui penyuluhan, demonstrasi pembuatan telur asin, serta kegiatan interaktif yang menarik. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan lebih memahami manfaat telur asin, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, serta mengembangkan keterampilan dalam memilih dan mengolah makanan bergizi. Kegiatan edukasi pengenalan  mengenai telur asin sebagai makanan bergizi kepada 20 siswa Sekolah Dasar Islami Terpadu Mutiara Ilmu berhasil meningkatkan pengetahuan siswa dengan signifikan, di mana 83% peserta menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang diberikan. Melalui penyampaian informasi dan diskusi interaktif, siswa diajarkan tentang pentingnya memilih makanan yang bergizi dan sehat, yang dapat membantu membentuk pola makan yang baik. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kata kunci: telur asin; jajajanan; bergizi; sehat. Abstract This Community Service (PKM) activity aims to introduce salted eggs as a nutritious food to students of SDIT Mutiara Ilmu. The problems raised are the lack of understanding of children about balanced nutrition and low consumption of nutritious foods, such as salted eggs, among elementary school students. As a solution, this program will organize nutrition education through counseling, cooking salted eggs, and interesting interactive activities. With this approach, students are expected to be able to better understand the benefits of salted eggs, increase awareness of the importance of a healthy diet, and develop skills in choosing and processing nutritious foods. The educational activity introducing salted eggs as a nutritious food to 20 students of SDIT Mutiara Ilmu succeeded in significantly increasing student knowledge, where 83% of participants showed a good understanding of the material provided. Through the delivery of information and interactive discussions, students were taught about the importance of choosing nutritious and healthy foods, which can help form good eating patterns. Overall, the community service activity ran according to the objectives that had been set. Keywords: salted eggs; snacks; nutritious; healthy
Babonisasi sebagai upaya peningkatan ekonomi rumah tangga pedesaan di Desa Nangabulik, Bulik, Lamandau Erlina Astuti; Adhityawan Nugroho; Riskayanti Riskayanti; Monasdir Monasdir; Lailatun Nisfi; Firdaus Husein
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31566

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi dan memberi motivasi kepada masyarakat agar tertarik memelihara ayam pedaging sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi rumahtangga. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Politeknik Lamandau sebagai percontohan masyarakat bahwa beternak ayam pedaging itu mudah dan mendapat untuk yang besar. Kegiatan babonisasi sebagai upaya peningkatan ekonomi dilaksanakan dengan sosialisasi kepada pengurus desa, pembagian ayam broiler kepada warga sekitar kampus yang membutuhkan, penjualan ayam broiler dengan harga di bawah standar pasar, serta keuntungan penjualan diberikan ke gereja sebagai bantuan kontribusi kegiatan keagamaan. Semua kegiatan terlaksana dengan baik dan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat agar berkelanjutan. Kata kunci: pengabdian; babonisasi; lamandau; ekonomi;  rumah tangga AbstractThis community service program aims to provide information and motivate the community to become interested in raising broiler chickens as an effort to improve the household economy. This activity involved students from Lamandau Polytechnic as role models for the community that raising broiler chickens is easy and can yield large profits. The broiler chicken program, as an effort to improve the economy, was carried out through outreach to village administrators, distribution of broiler chickens to residents around the campus in need, sale of broiler chickens at prices below market standards, and donation of sales profits to the church as a contribution to religious activities. All activities were carried out well and received a positive response from the community, which is expected to be sustainable. Keywords: community service; babonization; lamandau; economy; household
Pembelajaran metode pembedahan organ reproduksi hewan pada kalangan pelajar di Kabupaten Lamandau Lailatun Nisfimawardah; Riskayanti Riskayanti; Firdaus Husein; Monasdir Monasdir; Erlina Astuti; Antonius Adhityawan Nugroho; Ika Fitriana Dyah Ratnasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31441

Abstract

Abstrak Pembelajaran tingkat dasar di Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah terus dilakukan melalui pembelajaran teori dan praktik. Adanya mata pembelajaran eksakta menuntut para siswa untuk melakukan dan berkolaborasi secara kelompok. Tujuan pembelajaran ini untuk mempermudah para siswa untuk melakukan pembelajaran secara aktif dan interaktif. Salah satu pembelajaran tersebut ialah praktik pembedahan orga reproduksi pada hewan. Rata-rata siswa-siswi SDIT Mutiara Ilmu belum pernah melakukan pembedahan secara langsung pada hewan dan belum mengenal alat-alat pembedahan sesuai dengan metode dan kaidah yang benar. Pembedahan organ hewan yang dilakukan pada katak merupakan metode yang dirancang secara sederhana agar siswa dapat melakukan secara langsung. Pemahaman yang dilakukan yaitu dengan membedah dan mengidentifikasi organ reproduksi katak. Identifikasi tersebut dilakukan dengan membedakan antara anatomi organ katak jantan dan betina beserta fungsinya. Metode parsitipatif siswa dilakukan melalui presentasi menggunakan media brosur dan diskusi bersama siswa. Untuk melakukan tingkat uji pemahaman dilakukan post test di akhir kegiatan pembedahan sehingga diharapkan siswa dapat memahami dan mengaplikasikan secara langsung. Kata kunci: metode pembedahan; organ reproduksi hewan; pembelajaran Abstract Write Basic learning in Lamandau Regency, Central Kalimantan continues to be carried out through theoretical and practical learning. The existence of exact subjects requires students to do and collaborate in groups. This will make it easier for students to learn actively and interactively. One of these learning activities is the practice of dissecting reproductive organs in animals. On average, students at SDIT Mutiara Ilmu have never performed direct surgery on animals and are not familiar with surgical tools according to the correct methods and rules. Dissection of animal organs carried out on frogs is a method that is designed simply so that students can do it directly. The understanding carried out is by dissecting and identifying the reproductive organs of frogs. This identification is carried out by distinguishing between the anatomy of male and female frog organs and their functions. The student participatory method is carried out through presentations using brochure media and discussions with students. To carry out the level of understanding test, a post-test is carried out at the end of the dissection activity so that students are expected to be able to understand and apply it directly. Keywords: animal reproductive organs; learning; surgical methods
POTENSI DAYA SAING PETERNAKAN RAKYAT SAPI POTONG DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH BAGIAN BARAT Firdaus Husein; Monasdir Monasdir; Erlina Astuti; Donatalia Desi Hadu; Florida Sina
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.7261

Abstract

ABSTRACT Beef cattle farming plays a vital role in national meat supply and regional economic development. The western region of Central Kalimantan, comprising Kotawaringin Barat, Lamandau, and Sukamara Regencies, holds substantial potential for the development of this sector due to its abundant land and feed resources. This study aims to analyze the competitive and comparative advantages of beef cattle farming using the Policy Analysis Matrix (PAM) approach. The research was conducted from January to March 2025 using a census method involving 45 farmers (15 farmers per regency) with a minimum herd size of 15 head. Data collected included production costs, revenues, input–output prices, and policy factors influencing the farming system. The PAM analysis was employed to assess competitive advantage (Private Cost Ratio/PCR) and comparative advantage (Domestic Resource Cost Ratio/DRCR), as well as the impact of policy on profitability. The results showed that beef cattle farming in the western region of Central Kalimantan possesses a competitive advantage, with a PCR value of 0.65, and a comparative advantage, with a DRCR value of 0.58, indicating efficiency both financially and economically. Government support in the form of local feed subsidies and cattle vaccination programs has enhanced profitability, although price distortions remain for certain production inputs. Optimizing oil palm–cattle integration, improving feed quality, and strengthening market access were identified as key strategies to further enhance competitiveness in the future.
SOSIALISASI PENTINGNYA PENGETAHUAN GIZI PRODUK PADA USIA DINI DI SD MUTIARA ILMU KABUPATEN LAMANDAU Firdaus Husein; Monasdir; Lailatun Nisfimawardah; Erlina Astuti; Antonius Adhityawan Nugroho; Riskayanti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/sjdeza08

Abstract

Abstrak  Asupan gizi yang cukup sangat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak. Anak-anak membutuhkan beragam zat gizi seperti karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, dan terutama protein. Protein dapat diperoleh dari konsumsi produk hasil ternak seperti daging, susu, dan telur. Dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, anak-anak dapat terhindar dari risiko stunting dan gizi buruk. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi kepada siswa-siswi SD Mutiara Ilmu mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, sekaligus memperkenalkan produk peternakan sebagai sumber pemenuhan gizi tersebut. Kegiatan berlangsung pada tanggal 22 Juni 2025 selama kurang lebih 60 menit, bertempat di SD Mutiara Ilmu, Kabupaten Lamandau. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi perkenalan, dilanjutkan dengan penyampaian materi, sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan aksi gizi berupa pembagian produk peternakan, yaitu susu dan sosis daging sapi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah mengikuti program ini, banyak siswa mulai mengenal dan menunjukkan ketertarikan terhadap konsumsi produk peternakan. Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan status gizi anak-anak di wilayah tersebut. Kata Kunci : Peternakan, Gizi, Siswa.  
Optimalisasi limbah sapi potong menjadi pupuk organik berbasis agrosilvopasture dengan dukungan inovasi digital pada kelompok tani Sumber Usaha Muda Firdaus Husein; Erlina Astuti; Ika Fitriani Dyah Ratnasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40449

Abstract

Abstrak Limbah peternakan sapi potong memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik, namun pemanfaatannya masih belum optimal di Kelompok Tani Sumber Usaha Muda, Kabupaten Lamandau. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah limbah sapi potong menjadi pupuk organik berbasis agrosilvopasture serta memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi teknologi, praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata pre-test 58,4 menjadi 86,7 pada post-test. Peserta juga mampu memproduksi pupuk organik granul secara mandiri melalui proses fermentasi, granulasi, pengeringan, dan pengemasan. Selain itu, kelompok tani berhasil menerapkan pemasaran digital melalui Instagram dan Shopee untuk memperluas jangkauan pasar. Penerapan konsep agrosilvopasture mampu menciptakan sistem pertanian terintegrasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan nilai tambah limbah sapi potong, memperkuat kapasitas kelompok tani, serta mendukung transformasi digital dalam pemasaran produk pertanian. Kata kunci: limbah sapi potong; pupuk organik granul; agrosilvopasture; digital marketing; pemberdayaan masyarakat. Abstract Beef cattle manure has great potential as raw material for organic fertilizer; however, its utilization in the Sumber Usaha Muda Farmer Group, Lamandau Regency, is still not optimal. This Community Service Program (PKM) aims to improve the knowledge and skills of group members in processing cattle waste into agrosilvopasture-based organic granular fertilizer and in utilizing digital technology for product marketing. The methods include extension activities, training, technology demonstration, hands-on practice, and continuous mentoring. The results show an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score rising from 58.4 to 86.7 in the post-test. Participants were also able to independently produce organic granular fertilizer through fermentation, granulation, drying, and packaging processes. In addition, the farmer group successfully implemented digital marketing through Instagram and Shopee to expand market reach. The application of the agrosilvopasture concept has created an integrated, environmentally friendly, and sustainable farming system. Overall, this program successfully increased the added value of livestock waste, strengthened the capacity of farmer groups, and supported digital transformation in agricultural product marketing. Keywords: cattle waste; organic granular fertilizer; agrosilvopasture; digital marketing; community empowerment.
PENYULUHAN DETEKSI BERAHI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) DI DESA SUMBER MULYA KABUPATEN LAMANDAU Lailatun Nisfimawardah; Firdaus Husein; Monasdir Monasdir; Riskayanti Riskayanti; Erlina Astuti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5115-5121

Abstract

Potensi Sumber daya Alam (SDA) pada bidang peternakan terus mengalami peningkatan di Desa Sumber Mulya Kabupaten Lamandau. Peningkatan terjadi sebab masyarakat di Desa Sumber Mulya Kabupaten Lamandau mulai mengembangkan usaha peternakan. Meningkatnya keinginan masyarakat terhadap usaha ternak selaras dengan kebutuhan konsumsi protein hewani yang terus meningkat dari tahun ke tahun.  Hal tersebut akan berjalan selaras dengan adanya pengelolaan manajemen peternakan dengan baik. Permasalahan yang sering timbul ialah ternak tidak selalu bunting dalam tiap tahunnya. Rata-rata masyarakat masih menggunakan kawin alam sebagai alternatif pengembangan usaha peternakan khususnya sapi potong. Permasalahan ini semakin di perkuat dengan melemahnya deteksi berahi dan sistem rekording. Inseminasi Buatan (IB) merupakan salah satu teknologi reproduksi ternak apabila diterapkan akan efisien dan sistem kawin dan kebuntingan pada ternak dapat diatur. Perbandingan kawin alam 1 pejantan hanya bisa mengawinin 1 ekor betina akan tetapi jika menggunakan IB masyarakat tidak perlu membeli pemacek/pejantan cukup dilakukan secara inseminasi. Hal tersebut tentunya harus didukung oleh perencanaan IB dengan baik agar target kebuntingan tercapai. Metode partisipatif masyarakat melalui penyuluhan dan diskusi bersama masyarakat akan menghasilkan studi kasus dan dapat dipecahkan bersama melalui penjelasan gambar dalam brosur akan memberikan pemahaman lebih sederhana dan dipahami masyarakat.