Ellianufara
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Tidak Merokok sebagai Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Rumah Tangga di Desa Meunasah Baet Kecamatan Krueng Barona Jaya Ellianufara; Ambia Nurdin; Ricky Dear Fitria; Zoel Helmi; Fardilla Aisya
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku tidak merokok merupakan salah satu indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga yang berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit tidak menular maupun penyakit akibat paparan asap rokok. Penerapan perilaku tidak merokok di lingkungan rumah tangga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat, meningkatkan kualitas hidup keluarga, serta mengurangi risiko gangguan kesehatan pada anggota keluarga, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku tidak merokok sebagai indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada rumah tangga di Desa Meunasah Baet, Kecamatan Krueng Barona Jaya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 312 responden yang dipilih sesuai dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner PHBS rumah tangga, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 255 rumah tangga (81,7%) tidak memiliki kebiasaan merokok, sedangkan 57 rumah tangga (18,3%) masih memiliki anggota keluarga yang merokok. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga di Desa Meunasah Baet telah menerapkan perilaku tidak merokok sebagai salah satu indikator PHBS, meskipun masih terdapat sebagian masyarakat yang merokok sehingga memerlukan perhatian dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku tidak merokok pada rumah tangga di Desa Meunasah Baet telah tergolong baik, namun diperlukan penguatan promosi kesehatan, edukasi mengenai bahaya rokok, serta dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
ANALISIS KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM TUBERKULOSIS (TB) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Elmida wati; Srie Wahyuni; Ellianufara
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan dapat berkontribusi terhadap terjadinya Stunting pada anak melalui gangguan status gizi dan pertumbuhan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan implementasi program TB yang efektif sebagai bagian dari upaya pencegahan Stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dan implementasi program Tuberkulosis dalam upaya pencegahan Stunting di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metodologi Kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada pihak pemangku kebijakan di Puskesmas Darul Imarah. Informan penelitian terdiri atas Kepala Puskesmas, penanggung jawab program Tuberkulosis, penanggung jawab program gizi dan Keluarga pasien TB pada anak. Data penelitian ini terdiri dari Data perimer maupun sekunder, Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Tuberkulosis dan Stunting, di mana infeksi TB dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, gangguan penyerapan zat gizi, serta penurunan berat badan yang berdampak pada terhambatnya pertumbuhan anak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi program Tuberkulosis di Puskesmas Darul Imarah telah berjalan dengan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan integrasi dengan program pencegahan Stunting, peningkatan edukasi kepada masyarakat, penguatan kerja sama lintas program dan lintas sektor, serta optimalisasi pemantauan dan evaluasi program agar upaya pencegahan Tuberkulosis dan Stunting dapat terlaksana secara lebih efektif.