Kadek Rihendra Dantes
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Program Hari Belajar Guru Berorientasi Tri Parartha dalam Pengembangan Profesionalisme Guru di SMP Negeri 2 Tabanan Putu Nurcita Paramitasari; Kadek Rihendra Dantes; I Putu Wisna Ariawan
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus - September 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i5.9660

Abstract

Program Hari Belajar Guru (HBG) berorientasi Tri Parartha di SMP Negeri 2 Tabanan telah berjalan selama dua semester sebagai bentuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) berbasis sekolah, namun belum pernah dievaluasi secara formal dan komprehensif sehingga kekuatan dan kelemahan program belum terpetakan secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Program HBG berdasarkan model CIPP (Context, Input, Process, Product) yang ditautkan dengan nilai lokal Tri Parartha (Asih, Punia, Bhakti) sebagai lensa etik-kultural, guna menilai kesesuaian konteks, kecukupan masukan, keterlaksanaan proses, hasil program, serta keterkaitan antarkomponen dalam pengembangan profesionalisme guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-evaluatif dengan melibatkan 16 informan yang ditentukan melalui purposive sampling, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, fasilitator MGMP internal, guru peserta HBG, dan pengawas sekolah, dilengkapi data dokumen kebijakan, notulen, portofolio, jurnal refleksi, dan data Penilaian Kinerja Guru (PKG). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan pengodean dua lapis CIPP dan Tri Parartha. Hasil penelitian menunjukkan komponen context tergolong sesuai meski belum ditopang panduan teknis dari dinas pendidikan kabupaten; komponen input cukup memadai namun rentan secara struktural akibat ketiadaan pos anggaran dan honorarium fasilitator; komponen process kurang konsisten dengan rata-rata kehadiran 65 persen yang bervariasi antarrumpun mata pelajaran dan sangat bergantung pada desain tematik sesi; serta komponen product menunjukkan hasil bervariasi positif, dengan 69,2 persen guru mengalami peningkatan skor PKG yang berkorelasi dengan intensitas kehadiran, sementara 7,7 persen mengalami penurunan. Nilai Asih dan Punia terbukti termanifestasi kuat pada relasi horizontal antarguru, sedangkan Bhakti lebih dominan bermakna kepatuhan administratif dibandingkan dedikasi filosofis. Temuan menegaskan bahwa keempat komponen CIPP saling terkait secara berjenjang, di mana kerapuhan input menjalar menjadi inkonsistensi process dan bermuara pada heterogenitas product, sehingga perbaikan program perlu dimulai dari penguatan struktural pada input. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa operasionalisasi nilai kearifan lokal Bali sebagai lensa evaluasi program pengembangan guru, serta kontribusi metodologis melalui matriks silang CIPP dan Tri Parartha sebagai instrumen audit trail yang memperkuat kredibilitas analisis kualitatif-evaluatif.
Evaluasi Program Supervisi Akademik Berbasis Lesson Study di SD Negeri 1 Marga Kabupaten Tabanan I Nyoman Agus Triwijaya; Kadek Rihendra Dantes; I Putu Wisna Ariawan
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus - September 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i5.9726

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi Program Supervisi Akademik Berbasis Lesson Study di SD Negeri 1 Marga, Kabupaten Tabanan, sekolah yang telah menjalankan program tersebut selama tiga tahun, namun masih mencatat capaian sedang pada indikator Kualitas Pembelajaran meskipun mengalami penguatan pada indikator refleksi guru dan kepemimpinan instruksional. Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas program melalui model Context, Input, Process, Product, mengidentifikasi faktor yang menjelaskan kesenjangan antara penguatan proses dan stagnasi kualitas pembelajaran, serta merumuskan rekomendasi strategis bagi pengawas, kepala sekolah, guru, dan dinas pendidikan setempat. Menggunakan desain evaluasi dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan dari seluruh sepuluh pemangku kepentingan di sekolah tersebut (delapan guru, satu kepala sekolah, satu pengawas) melalui kuesioner berskala Likert, wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tabulasi skor mentah, transformasi Z-skor dan T-skor, serta pemetaan kuadran Glickman. Hasil penelitian menunjukkan program tergolong Baik hingga Sangat Efektif pada level agregat sekolah, tetapi efektivitas tersebut tidak terdistribusi merata pada level individu: komponen Masukan menjadi komponen paling lemah, dan tiga dari delapan guru berada pada kategori Kurang Efektif semata-mata karena skor Produk di bawah titik potong, termasuk satu guru yang justru menunjukkan keterlibatan proses yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan proses tidak otomatis terkonversi menjadi perbaikan konsisten di level kelas, sehingga diperlukan evaluasi masukan secara berkala dan pendampingan reflektif individual, bukan sekadar perpanjangan program secara seragam.
Kompetensi Pedagogik Guru dan Iklim Kelas terhadap Motivasi Berprestasi Belajar Matematika A. A. Jayanti Paramita; Anak Agung Gede Agung; Kadek Rihendra Dantes
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus - September 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i5.9734

Abstract

Matematika sering kali dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit, menakutkan, dan membosankan oleh sebagian besar siswa. Persepsi negatif ini berimplikasi langsung pada rendahnya motivasi berprestasi siswa dalam belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru dan iklim kelas terhadap motivasi berprestasi belajar matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Studi Literatur. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa 15 artikel ilmiah terpublikasi. Prosedur pemilihan literatur mengadopsi protokol kerangka PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi pedagogik guru dan iklim kelas, baik secara parsial maupun simultan, memiliki kontribusi positif dan signifikan dalam meningkatkan motivasi berprestasi belajar matematika siswa. Temuan penelitian (novelty) dari studi ini menunjukkan bahwa integrasi antara kompetensi pedagogik spesifik guru matematika (kemampuan merancang pengalaman belajar bermakna) dan iklim kelas mikro pada jam pelajaran matematika mampu bekerja secara sinergi.