Naswa Natania Safira
Universitas Pancasakti Tegal

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN DIGITAL CITIZENSHIP SEBAGAI STRATEGI PREVENTIF TERHADAP KONTEN DIGITAL DESTRUKTIF PADA PESERTA DIDIK SMA Naswa Natania Safira; Tity Kusrina; Samidi Samidi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.14137

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of digital technology has significantly expanded students' access to information while simultaneously increasing their exposure to destructive digital content, including fake news, cyberbullying, hate speech, and the misuse of social media. Although various digital literacy programs have been implemented in schools, most primarily emphasize technological proficiency, whereas the reinforcement of digital citizenship as a foundation for fostering ethical and responsible digital behavior has not yet been optimally integrated into educational practices. This study aims to analyze the strengthening of digital citizenship as a preventive strategy against destructive digital content among students at SMA Negeri 3 Tegal. A qualitative approach employing a case study design was adopted. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation involving the principal, Civic Education (Pancasila and Civic Education/PPKn) teachers, school counselors, and students. Data were analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, while data trustworthiness was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that strengthening digital citizenship through Civic Education learning, digital literacy activities, the cultivation of ethical online behavior, and collaboration between schools and parents effectively promotes students' critical, ethical, and responsible use of digital media. These findings demonstrate that strengthening digital citizenship serves as an effective preventive strategy for enhancing students' resilience to destructive digital content while fostering a safe, inclusive, and sustainable digital learning environment. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah memperluas akses peserta didik terhadap berbagai sumber informasi, namun pada saat yang sama meningkatkan paparan terhadap konten digital destruktif seperti hoaks, cyberbullying, ujaran kebencian, dan penyalahgunaan media sosial. Berbagai program literasi digital telah diterapkan di sekolah, tetapi sebagian besar masih berfokus pada penguasaan teknologi sehingga penguatan digital citizenship sebagai landasan pembentukan perilaku digital yang etis dan bertanggung jawab belum diimplementasikan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan digital citizenship sebagai strategi preventif dalam menghadapi konten digital destruktif pada peserta didik SMA Negeri 3 Tegal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain case study. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta peserta didik. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan digital citizenship yang diintegrasikan melalui pembelajaran PPKn, pembiasaan literasi digital, penguatan etika bermedia, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua mampu membentuk perilaku digital yang lebih kritis, bertanggung jawab, dan beretika. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan digital citizenship merupakan strategi preventif yang efektif dalam meningkatkan ketahanan peserta didik terhadap berbagai bentuk konten digital destruktif sekaligus mendukung terciptanya budaya pembelajaran digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.