Emir Farhansyah
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebutuhan Praktikum Keanekaragaman Hayati Berbasis Fieldwork: Sebuah Studi Kasus di Salah Satu SMA Negeri di Kota Serang Muhamad Wahyudin; Nurhasanah Nurhasanah; Gina Nafsiana; Sindanita Yulianty; Emir Farhansyah
Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jskkm.v4i2.909

Abstract

Pelaksanaan praktikum Biologi pada materi keanekaragaman hayati di sekolah masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan fasilitas laboratorium, alat dan bahan praktikum, serta alokasi waktu pembelajaran, sehingga belum mampu memberikan pengalaman belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan praktikum Biologi dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan praktikum keanekaragaman hayati berbasis fieldwork di salah satu SMA Negeri di Kota Serang, Indonesia sebagai dasar pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan satu guru Biologi dan 182 siswa kelas X sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktikum telah dilaksanakan sesuai dengan Kurikulum Merdeka, namun belum optimal akibat keterbatasan fasilitas laboratorium dan waktu pembelajaran. Sebanyak 79% responden menyatakan laboratorium tersedia, 80% pernah mengikuti praktikum, 79% memperoleh panduan praktikum, dan 92% mendukung pengembangan praktikum berbasis fieldwork. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa lingkungan sekolah memiliki potensi yang besar sebagai laboratorium alam untuk pembelajaran keanekaragaman hayati. Temuan ini mengimplikasikan bahwa praktikum berbasis fieldwork berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang lebih kontekstual, autentik, dan bermakna serta dapat menjadi dasar pengembangan modul atau panduan praktikum yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan dan menguji validitas, kepraktisan, serta efektivitas modul praktikum berbasis fieldwork pada berbagai karakteristik sekolah guna meningkatkan literasi sains, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan hasil belajar siswa.
Perceptions of Grade XI Mathematics and Science Students Regarding Environmental Cleanliness at a Public Senior High School in Pandeglang, Indonesia Sultan Sultan; Fadhila Syifa Munawaroh; Rika Rika; Naysilla Intan Sasmita; Enggar Utari; Alfi Ertando; Emir Farhansyah
International Journal of Biology Education Towards Sustainable Development Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/ijbetsd.v6i1.907

Abstract

This study aimed to determine the perceptions of Grade XI Science students regarding environmental cleanliness at one of the public senior high schools in Pandeglang Regency and to identify the aspects that influence these perceptions. The study used a descriptive quantitative method, with data collected through questionnaires distributed to Grade XI Science students in the 2026/2027 Academic Year. The study population consisted of 153 students The study population was 153 students at a public secondary school in Pandeglang District, Indonesia, with a sample determined 120 respondents who filled out the questionnaire. The data were analyzed using descriptive analysis techniques through the calculation of scores, percentages, and average values for each research indicator. The results showed that students' perceptions of school environmental cleanliness were generally in the good category, with a percentage of approximately 71.06%. The learning environment comfort indicator obtained the highest percentage of 55.8%, while the school environmental cleanliness condition indicator obtained the lowest percentage of 40.5%. The results also showed that school environmental cleanliness plays a role in creating comfort and increasing students' enthusiasm for learning, although there are still several problems related to waste management, toilet cleanliness, and the participation of the school community in maintaining environmental cleanliness. Thus, it can be concluded that students have a good perception of school environmental cleanliness; however, more optimal efforts are needed in cleanliness management and increasing the participation of the entire school community to create a cleaner, healthier, and more conducive learning environment.