Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS LITERASI MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP SOAL CERITA Nurhasanah Nurhasanah; Yani Setiani; Isna Rafianti
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i1.22997

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap soal cerita. Dimana siswa masih merasa kesulitan untuk mengerjakan permasalahan matematika dalam bentuk soal cerita. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan media pembelajaran berupa modul digital interaktif berbasis literasi matematika untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap soal cerita; 2) mengetahui kevalidan dan kelayakan modul digital; 3) mengetahui keefektifan penggunaan modul digital. Modul pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, dan tes. Subjek uji coba modul digital adalah kelas VII C. Teknik analisis data meliputi uji validitas, kelayakan, dan keefektifan. Hasil penelitian ini adalah: 1) Tingkat validitas materi termasuk dalam kategori “Valid” yang didapatkan dari 2 ahli materi dan validitas media yang termasuk dalam kategori “Sangat Valid” yang diperoleh dari 2 ahli media; 2) Tingkat kelayakan dari modul digital berdasarkan rata-rata angket respon siswa sebesar 80,78%. Modul digital yang dikembangkan masuk dalam kategori “Sangat Layak”; 3) modul digital memenuhi kategori keefektifan “Cukup Efektif” dengan peningkatan pemahaman soal cerita sebesar 0,72 yang masuk dalam kategori “Tinggi”. Kesimpulan yang diperoleh bahwa modul digital interaktif berbasis literasi matematika dikatakan layak dan baik kerena memunuhi aspek kevalidan, kelayakan, dan keefektifan.
Understanding the Transition from Perception to Action: A Path Analysis of Students’ Perceptions of Science and Their Intention to Act in Learning Desi Eka Nur Fitriana; Nabilah Artanti; Nurhasanah Nurhasanah; Nasya Zaida Aziz; Siti Aisyah; Alya Muna Zhafirah; Siti Ajha; Suhendar Suhendar
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v6i1.777

Abstract

Students' perceptions of science were not only a response, but this is one of the factors that influence the motivational process and the formation of intention to act. This study aimed to analyze the causal relationship between students' perceptions of science learning and their intention to act in learning. The research method used is a survey method (exposure facto) using path analysis. The research instrument used was a questionnaire. The questionnaire statements consist of positive and negative statements measured using likert scale with five response categories. The subjects in this study were students of at a Private Senior High School in Serang, Indonesia with a total of 76 respondents. The results of the study indicate an influence of students' perceptions of science on their intention to act in learning with a path coefficient of p21 = 0.805. These results can be a basis for strengthening teachers in designing learning.
Inventory of Medicinal Plants and Conservation Efforts among the Indigenous Community of Kedayon Village, Kemanisan Subdistrict, Curug District, Serang City Fatimah Azahrah; Nabilah Artanti; Nurhasanah Nurhasanah; Aef Saefulloh; Desi Eka Nur Fitriana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11180

Abstract

Indonesia is a mega-biodiversity country with a wealth of medicinal plants and strong ethnobotanical knowledge among indigenous communities. However, modernization and the declining interest of the younger generation have caused traditional knowledge and the availability of medicinal plants to be increasingly threatened, including in Kedayon Village, Kemanisan Subdistrict, Curug District, Serang City. This study aims to: identify the types of medicinal plants used by the Kedayon Village community, describe how they are utilized in traditional medicine, and analyze forms of conservation efforts that can be implemented by the community in a sustainable manner. The method used is descriptive qualitative through field observation, documentation, and interviews. The results of the study identified 16 types of medicinal plants utilized from various plant parts such as leaves, roots, rhizomes, and seeds, with simple processing techniques such as boiling, squeezing, or steeping. These findings indicate that the community still relies on natural resources for traditional health needs. Recommended conservation efforts include community-based in-situ cultivation through home gardens and yards, accompanied by education and routine maintenance. These efforts are important to maintain the scarcity of medicinal plants while preserving local knowledge for future generations.
Kebutuhan Praktikum Keanekaragaman Hayati Berbasis Fieldwork: Sebuah Studi Kasus di Salah Satu SMA Negeri di Kota Serang Muhamad Wahyudin; Nurhasanah Nurhasanah; Gina Nafsiana; Sindanita Yulianty; Emir Farhansyah
Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jskkm.v4i2.909

Abstract

Pelaksanaan praktikum Biologi pada materi keanekaragaman hayati di sekolah masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan fasilitas laboratorium, alat dan bahan praktikum, serta alokasi waktu pembelajaran, sehingga belum mampu memberikan pengalaman belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan praktikum Biologi dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan praktikum keanekaragaman hayati berbasis fieldwork di salah satu SMA Negeri di Kota Serang, Indonesia sebagai dasar pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan satu guru Biologi dan 182 siswa kelas X sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktikum telah dilaksanakan sesuai dengan Kurikulum Merdeka, namun belum optimal akibat keterbatasan fasilitas laboratorium dan waktu pembelajaran. Sebanyak 79% responden menyatakan laboratorium tersedia, 80% pernah mengikuti praktikum, 79% memperoleh panduan praktikum, dan 92% mendukung pengembangan praktikum berbasis fieldwork. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa lingkungan sekolah memiliki potensi yang besar sebagai laboratorium alam untuk pembelajaran keanekaragaman hayati. Temuan ini mengimplikasikan bahwa praktikum berbasis fieldwork berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang lebih kontekstual, autentik, dan bermakna serta dapat menjadi dasar pengembangan modul atau panduan praktikum yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan dan menguji validitas, kepraktisan, serta efektivitas modul praktikum berbasis fieldwork pada berbagai karakteristik sekolah guna meningkatkan literasi sains, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan hasil belajar siswa.