Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Pupuk Hayati untuk Mengurangi Ketergantungan Pupuk Kimia di Desa Kubang Puji Muhamad Wahyudin; Beatrix Putri Septianingrum; Sri Aulia Maharani; Diah Putri Ayu; Silfiana Dewi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1072

Abstract

Pupuk hayati merupakan salah satu alternatif ramah lingkungan yang berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung ketahanan pangan. Namun, tingkat pemahaman masyarakat mengenai pupuk hayati masih tergolong rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta terkait konsep, mekanisme kerja, serta manfaat pupuk hayati melalui kegiatan sosialisasi. Metode yang digunakan meliputi pretest, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah kegiatan sosialisasi, yang ditunjukkan oleh perbedaan hasil antara pretest dan posttest. Peserta menjadi lebih memahami peran pupuk hayati dalam meningkatkan kualitas tanah, efisiensi pemupukan, serta keberlanjutan sistem pertanian. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta dan berpotensi mendorong penerapan pupuk hayati dalam praktik pertanian sehari-hari.
Optimasi Formulasi Ecopolybag Eucheuma cottonii Berbasis Kitosan dan Non-kitosan untuk Media Tanam Mangrove Laili Rohmawati; Akbar Sodik; Fida Fitrianingsih; Salsa Bila Zen; Fasya Nurul Fachriah; Muhamad Wahyudin; Stefani Dita Aurelia; Nuris Fattahillah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.22337

Abstract

The use of plastic polybags in mangrove nurseries poses environmental problems because they are not easily biodegradable. The National Waste Management Information System (SIPSN) estimates that Indonesia's waste generation will reach 50.06 million tons in 2025, with approximately 40% unmanaged and most of it ending up polluting the sea. Therefore, an alternative planting medium is needed for mangrove seed cultivation. The methods used include carrageenan extraction, bioplastic film production, ecopolybag printing, and physical and biodegradation testing. Two formulations were tested: one without chitosan and one with the addition of 3 grams of chitosan. The results showed that the ecopolybag without chitosan was more flexible and dissolved in three hours, while the chitosan ecopolybag was stiffer and dissolved in three and a half hours. Both formulations completely degraded within seven days. This research proves that Eucheuma cottoni can be used as a base material for effective and environmentally friendly biodegradable ecopolybags to support mangrove restoration
Kebutuhan Praktikum Keanekaragaman Hayati Berbasis Fieldwork: Sebuah Studi Kasus di Salah Satu SMA Negeri di Kota Serang Muhamad Wahyudin; Nurhasanah Nurhasanah; Gina Nafsiana; Sindanita Yulianty; Emir Farhansyah
Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jskkm.v4i2.909

Abstract

Pelaksanaan praktikum Biologi pada materi keanekaragaman hayati di sekolah masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan fasilitas laboratorium, alat dan bahan praktikum, serta alokasi waktu pembelajaran, sehingga belum mampu memberikan pengalaman belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan praktikum Biologi dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan praktikum keanekaragaman hayati berbasis fieldwork di salah satu SMA Negeri di Kota Serang, Indonesia sebagai dasar pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan satu guru Biologi dan 182 siswa kelas X sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktikum telah dilaksanakan sesuai dengan Kurikulum Merdeka, namun belum optimal akibat keterbatasan fasilitas laboratorium dan waktu pembelajaran. Sebanyak 79% responden menyatakan laboratorium tersedia, 80% pernah mengikuti praktikum, 79% memperoleh panduan praktikum, dan 92% mendukung pengembangan praktikum berbasis fieldwork. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa lingkungan sekolah memiliki potensi yang besar sebagai laboratorium alam untuk pembelajaran keanekaragaman hayati. Temuan ini mengimplikasikan bahwa praktikum berbasis fieldwork berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang lebih kontekstual, autentik, dan bermakna serta dapat menjadi dasar pengembangan modul atau panduan praktikum yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan dan menguji validitas, kepraktisan, serta efektivitas modul praktikum berbasis fieldwork pada berbagai karakteristik sekolah guna meningkatkan literasi sains, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan hasil belajar siswa.