Masalah Gizi Kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan di berbagai negara. Kekurangan gizi merupakan kondisi ketidak seimbangan asupan energi. Masalah gizi secara langsung dipengaruhi oleh faktor konsumsi pangan dan penyakit infeksi, secara tidak langsung dipengaruhi oleh pola asuh, sanitasi, ketersediaan pangan, pengetahuan gizi, sosial ekonomi, budaya dan politik. Tujuan Penelitian Menganalisis Efektifitas Penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan status gizi kurang di UPT Puskesmas Usa Tahun 2026. Desain penelitian ini adalah Quassy experiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design Populasi adalah seluruh balita gizi kurang di wilayah kerja UPT Puskesmas Usa dengan metode purposive sampling didapatkan sampel sebesar 30 balita yang terdiri atas 15 kelompok kasus dan 15 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed rank dan Mann Withney. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penyuluhan PMT berbasis pangan lokal terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita gizi kurang (p-value = 0,046 < 0,05), dari aspek sikap menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan penyuluhan PMT berbasis pangan lokal terhadap sikap ibu balita gizi kurang (p-value = 0,083 > 0,05), terdapat perbedaan signifikan berat badan balita gizi kurang sebelum dan setelah pemberian PMT berbasis pangan lokal p-value = 0,000 < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara status gizi pada kelompok kasus yang diberikan penyuluhan dan PMT, dibandingkan kelompok kontrol yang hanya diberikan PMT saja (p-value = 0,007).