Pendahuluan: mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan dituntut mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada seluruh pasien tanpa membedakan status kepesertaan, baik pasien BPJS maupun non-BPJS. Perbedaan sistem pembiayaan sering kali menimbulkan persepsi adanya perbedaan mutu pelayanan yang diterima pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu provider kesehatan terhadap jenis kepesertaan pasien BPJS dan non-BPJS di Puskesmas Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik komparatif dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien BPJS dan non-BPJS yang mendapatkan pelayanan di Puskesmas Waimital. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur lima dimensi mutu pelayanan, yaitu bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (p < 0,05). Hasil : penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai mutu pelayanan provider kesehatan di Puskesmas Waimital berada pada kategori baik. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara mutu pelayanan yang diterima pasien BPJS dan non-BPJS berdasarkan seluruh dimensi mutu pelayanan (p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan telah diberikan secara adil dan merata tanpa membedakan jenis kepesertaan pasien. Kesimpulan : penelitian ini adalah mutu pelayanan provider kesehatan di Puskesmas Waimital tergolong baik dan tidak dipengaruhi oleh status kepesertaan pasien BPJS maupun non-BPJS.