Rifayanti Kusuma Wardani
Universitas Tamalatea Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penerapan Higiene Sanitasi Pangan Pada SPPG Darul Mujaddin Di Kabupaten Halmahera Tengah Dalam Mendukung Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis: Analysis of Food Hygiene and Sanitation Implementation at SPPG Darul Mujaddin, Central Halmahera Regency, in Support of Food Safety for the Free Nutritious Meal Program Rifayanti Kusuma Wardani; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Khadafi S
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1615

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan penerapan higiene sanitasi pangan yang konsisten untuk melindungi penerima manfaat dari risiko penyakit bawaan pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan higiene sanitasi pangan, kepatuhan terhadap prosedur dan regulasi, serta hambatan pengelolaan pangan pada SPPG Darul Mujaddin Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif pada tahun 2026. Enam informan dipilih secara purposif, terdiri atas satu informan kunci, empat informan utama, dan satu informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan content analysis. Hasil menunjukkan higiene sanitasi telah diterapkan sejak penerimaan dan penyimpanan bahan hingga pengolahan, pengemasan, dan distribusi. Higiene personal, pemisahan bahan mentah dan matang, sanitasi peralatan, serta monitoring suhu telah dilakukan, tetapi konsistensi praktik dan dokumentasinya belum optimal. Kepatuhan prosedural relatif baik karena SOP tersedia dan disosialisasikan, APD digunakan, serta pengawasan internal dan eksternal berjalan. Kelemahan masih terdapat pada pencatatan suhu, kartu stok, buku sanitasi, konsistensi perilaku tanpa pengawasan langsung, penyelesaian IPAL, dan verifikasi status sertifikat laik higiene sanitasi. Hambatan dominan berada pada dokumentasi administratif dan infrastruktur sanitasi, sedangkan faktor geografis lebih merupakan potensi risiko rantai pasok. Penguatan monitoring, dokumentasi, pelatihan berkala, penyelesaian sarana, dan koordinasi lintas sektor diperlukan untuk menjamin keamanan pangan Program MBG secara berkelanjutan.