Program pelayanan kesehatan gratis merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, pemanfaatannya masih dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat membentuk minat masyarakat untuk melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi minat kunjungan masyarakat dalam pemanfaatan program pelayanan kesehatan gratis di UPTD Puskesmas Weda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel penelitian berjumlah 100 responden. Variabel independen meliputi faktor aksesibilitas, administratif, budaya, dan persepsi, sedangkan variabel dependen adalah minat kunjungan masyarakat. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor budaya merupakan satu-satunya variabel yang berpengaruh signifikan terhadap minat kunjungan masyarakat (B=3,578; Wald=18,506; p=0,000; Exp(B)=35,790). Responden dengan faktor budaya yang mendukung memiliki odds 35,790 kali lebih besar untuk mempunyai minat kunjungan tinggi dibandingkan responden dengan budaya kurang mendukung setelah variabel lain dikontrol. Sementara itu, faktor aksesibilitas (p=0,196; Exp(B)=3,465), administratif (p=0,785; Exp(B)=1,336), dan persepsi (p=0,070; Exp(B)=4,589) tidak menunjukkan pengaruh independen yang signifikan. Disimpulkan bahwa faktor budaya merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi minat kunjungan masyarakat dalam pemanfaatan program pelayanan kesehatan gratis di UPTD Puskesmas Weda. Puskesmas disarankan mengembangkan pendekatan pelayanan berbasis sosial-budaya melalui pelibatan keluarga, kader, tokoh masyarakat, dan tokoh adat dalam sosialisasi serta penguatan penerimaan masyarakat terhadap program pelayanan kesehatan gratis.