Steviani Koikig
Institut Agama Kristen Negeri Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Multikultural sebagai Strategi Memperkuat Persatuan dalam Masyarakat Majemuk Meisi Age; Melna Gobel; Steviani Koikig; Syalomita Mangkat; Befry Guma
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 3 No 2 (2026): August
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v3i2.260

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan dalam mengelola keberagaman serta memperkuat sikap toleransi dan persatuan sosial dalam masyarakat majemuk Indonesia. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan pemahaman konseptual mengenai pentingnya pendidikan multikultural, pendidikan karakter, pendidikan agama, dan pendidikan kewarganegaraan sebagai instrumen pembentukan kehidupan sosial yang inklusif. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (literature study) dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui penelaahan buku, jurnal, artikel ilmiah, dan literatur relevan yang dianalisis secara deskriptif dan konseptual berdasarkan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki posisi strategis sebagai ruang pertemuan berbagai perbedaan melalui pembentukan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sosial yang meliputi toleransi, empati, komunikasi, kerja sama, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Namun, pengelolaan keberagaman masih menghadapi tantangan berupa ketidakmerataan akses dan kualitas pendidikan, kesenjangan digital, perbedaan kebutuhan peserta didik, keterbatasan kompetensi guru, serta persoalan sosial-ekonomi dan budaya. Upaya penguatan persatuan perlu dilakukan melalui penguatan nilai Pancasila, pembelajaran berdiferensiasi, kurikulum inklusif, pendidikan multikultural, penguatan Pendidikan Kewarganegaraan, serta peningkatan profesionalisme guru. Kesimpulannya, pendidikan perlu dikembangkan sebagai ekosistem yang menjadikan keberagaman sebagai sumber pembelajaran dan toleransi sebagai praktik sosial untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif, harmonis, dan bersatu.