p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Kurnia Mar'atus Solichah
Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pendampingan Gizi terhadap Perubahan Konsumsi Tablet Tambah Darah dan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMP Muhammadiyah 1 Fitri Ayu Raharjo; Dittasari Putriana; Kurnia Mar'atus Solichah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.991

Abstract

Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan serius pada remaja putri karena meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pubertas. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi anemia pada semua kelompok usia perempuan di Indonesia mencapai 18%. Pemerintah telah menjalankan program untuk menangani masalah anemia, tetapi belum berjalan optimal sehingga perlu pendampingan khususnya gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan gizi terhadap perubahan konsumsi tablet tambah darah (TTD) dan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 1 Godean. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan pre-experimental menggunakan desain one group pretest-posttest. Responden penelitian sebanyak 28 orang yang dihitung berdasarkan formula paired t-test dan dipilih menggunakan teknik random sampling untuk jumlah total per kelas, sedangkan purposive sampling untuk setiap kelasnya serta adanya kriteria inklusi dan ekslusi. Data pendampingan gizi berupa intervensi melalui edukasi klasikal dan pemberian infografis via WhatsApp setiap 3 minggu sekali selama 9 minggu. Output pendampingan gizi yaitu skor pengetahuan anemia sebelum dan sesudah. Data konsumsi TTD diambil menggunakan kuesioner konsumsi TTD dalam 1 bulan terakhir dan data kadar Hb menggunakan alat Easy Touch Hb sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata kadar Hb pada remaja putri sesudah pendampingan gizi sebesar 13,81 ± 1,4424 g/dL. Prevalensi konsumsi TTD yang tidak patuh juga meningkat menjadi 82,1%. Rerata skor pengetahuan pada remaja putri mengalami penurunan menjadi 61,79 ± 19,2553. Pendampingan gizi pada remaja putri memiliki pengaruh terhadap konsumsi TTD (p = 0,0150) dan kadar Hb (p = 0,0025).
Analisis Substitusi Tepung Kacang Bogor dan Tepung Mocaf terhadap Daya Terima dan Kandungan Gizi Bolu Kemojo Saqifa Khairun Nida; Diah Puspitasari; Kurnia Mar'atus Solichah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1435

Abstract

Bolu kemojo merupakan makanan khas Riau yang dinamai berdasarkan bentuk loyang menyerupai bunga kamboja. Seiring meningkatnya tren pangan bebas gluten dan berbasis nabati, bolu kemojo berpotensi dikembangkan menggunakan tepung mocaf dan tepung kacang bogor sebagai bahan lokal yang kaya protein dan serat. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya terima dan kandungan gizi bolu kemojo substitusi tepung kacang bogor dan tepung mocaf. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan 4 formulasi. Uji daya terima dilakukan pada 30 panelis semi terlatih yang dipilih secara purposive sampling, sedangkan analisis proksimat dilakukan pada formula kontrol (F0) dan formula terbaik. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa substitusi tepung kacang bogor dan tepung mocaf berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan keseluruhan (p < 0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap aroma (p > 0,05). Formula F1 (25% tepung kacang bogor: 75% tepung mocaf) merupakan formula terbaik karena memiliki tingkat penerimaan tertinggi di antara formula substitusi dan mendekati kontrol. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa F1 memiliki kadar protein, lemak, serat kasar, dan energi yang lebih tinggi (p < 0,05) dibandingkan dengan F0 (kontrol) yang memiliki kadar air, abu, dan karbohidrat lebih rendah (p > 0,05). Formula F1 mengandung kadar air 46,76%, kadar abu 0,56%, protein 4,46%, lemak 3,21%, karbohidrat 44,13%, serat kasar 3,21%, dan energi 218 kkal/100 g. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bolu kemojo dengan substitusi tepung kacang bogor dan tepung mocaf berpotensi menjadi inovasi pangan lokal dengan kandungan gizi dan daya terima yang baik, sehingga dapat mendukung diversifikasi pangan, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta membuka peluang pengembangan produk oleh UMKM berbasis pangan lokal.