Penelitian ini bertujuan untuk menemukan praktik manajemen diri di kalangan karyawan generasi Z dan memeriksa peran mereka dalam membangun kinerja berkelanjutan di PT Scentica Chemical Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada karakteristik generasi Z, yang akrab dengan teknologi dan memiliki tingkat kemandirian yang tinggi. Namun, mereka masih menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi, pengakuan, dan motivasi kerja dalam jangka panjang. Oleh karena itu, manajemen diri dianggap sebagai keterampilan penting yang dapat membantu individu mengendalikan diri dengan baik untuk mencapai dan mempertahankan kinerja kerja terbaik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui komentar, wawancara mendalam, dan dokumentasi karyawan generasi Z yang dipilih berdasarkan relevansi dan keterlibatan langsung mereka dalam kegiatan operasional perusahaan. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan serta verifikasi kesimpulan. Dengan demikian, pemahaman komprehensif tentang fenomena yang diteliti dapat diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik manajemen diri terwujud melalui kemampuan untuk mengatur pekerjaan secara mandiri, menetapkan prioritas, menjaga fokus, mengelola waktu, menjaga motivasi, dan melakukan kritik diri secara teratur. Pemanfaatan kemampuan ini memfasilitasi karyawan untuk meningkatkan kompetensi, tanggung jawab, produktivitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan di lingkungan kerja. Selain itu, manajemen diri berkontribusi pada kinerja berkelanjutan melalui kinerja yang stabil, peningkatan kualitas kerja, dan perilaku kerja proaktif yang lebih kuat. Hal ini mendukung pencapaian tujuan organisasi jangka panjang. Keunikan penelitian ini terletak pada eksplorasi mendalamnya tentang praktik kepemimpinan diri sebagai mekanisme untuk kinerja berkelanjutan di antara karyawan generasi Z di industri parfum menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Tidak seperti penelitian sebelumnya yang cenderung berfokus pada hubungan kuantitatif antar variabel, penelitian ini memberikan wawasan kontekstual tentang studi, teknik, dan perilaku manajemen diri yang membantu kinerja berkelanjutan di tempat kerja.