Jihan Ranaa Faicha
Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Minuman Berkafein dengan Fungsi Kognitif Pekerja di Yogyakarta Jihan Ranaa Faicha; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dewi Rizzky Mutiarasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1181

Abstract

Latar Belakang: Selama masa kerja fungsi kognitif yang optimal sangat penting untuk menunjang kinerja. Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan peningkatan angka kecelakaan kerja di Indonesia, yaitu 234.371 kasus pada tahun 2021 menjadi 370.747 kasus pada tahun 2023. Untuk mempertahankan konsentrasi dan kewaspadaan, beberapa pekerja cenderung mengandalkan konsumsi kafein. Di Yogyakarta, konsumsi minuman berkafein meningkat yang dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, dan pribadi melalui tersebarnya tradisi angkringan serta meningkatnya kedai modern saat ini. Tujuan Penelitian: Mengetahui bagaimana hubungan antara konsumsi minuman berkafein dengan tingkat fungsi kognitif pada pekerja. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional melalui pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah pekerja, sampel ditentukan dengan quota sampling menggunakan rumus Stanley Lemeshow (1997) satu proporsi diperoleh 83 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner FFQ untuk mengukur frekuensi konsumsi kafein serta kuesioner Cognitive Failures Questionnaire (CFQ) untuk mengukur fungsi kognitif. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk melihat kekuatan hubungan variabel dan chi-square untuk melihat perbandingan sistem jam kerja dengan kedua variabel. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dengan nomor No.5417/KEP-UNISA/IV/2026. Hasil Penelitian: Pada variabel konsumsi minuman berkafein dari 82 responden sebagian besar responden termasuk dalam kategori sering konsumsi minuman berkafein sebanyak 42 responden (51,22%) sedangkan kategori jarang konsumsi minuman berkafein sebanyak 40 responden (48,78%) Sementara pada variabel kegagalan fungsi kognitif sebagian besar responden berada pada kategori rendah sebanyak 42 responden (51,22%), sedangkan kategori tinggi sebanyak 40 responden (48,78%). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi minuman berkafein dengan fungsi kognitif pekerja di Yogyakarta (p = 0,241) Kata Kunci: Minuman berkafein, fungsi kognitif, pekerja