Mursudarinah Mursudarinah
Universitas Duta Bangsa Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Tidur Pasien Praoperasi Fraktur di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Bagus Jagad Prakosa; Mursudarinah Mursudarinah; Agung Widiastuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1215

Abstract

Latar belakang: Kecemasan merupakan respons psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan, termasuk pada pasien Praoperasi fraktur. Kondisi kecemasan dapat memengaruhi kualitas tidur sehingga berpotensi mengganggu kondisi fisik maupun psikologis pasien serta kesiapan dalam menghadapi operasi. Kualitas tidur yang buruk pada pasien Praoperasi dapat memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan komplikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Praoperasi fraktur di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 23 responden (45,1%), sedangkan kualitas tidur buruk dialami oleh 43 responden (84,3%). Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Praoperasi fraktur dengan nilai p 0,000 (p 0,05) dan korelasi r 0,646, yang menunjukkan kekuatan hubungan kuat dengan arah hubungan positif. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Praoperasi fraktur di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Pengaruh Kombinasi Terapi Musik Klasik dan Coloring Therapy terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi Pendengaran pada Orang dengan Gangguan Jiwa Putri Afrina Nur Ariska; Andriani Mei Astuti; Mursudarinah Mursudarinah
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/detector.v4i3.6689

Abstract

Auditory hallucinations are common symptoms in schizophrenia and may interfere with cognitive, emotional, and social functioning. This study aimed to examine changes in auditory hallucination scores following a combination of classical music therapy and coloring therapy among people with mental disorders at Griya PMI Peduli Surakarta. A quasi-experimental one-group pretest-posttest design was used with 46 participants selected through purposive sampling. The intervention was delivered for three sessions, one session per day for three consecutive days, approximately 15 minutes per session. Participants listened to instrumental classical music while coloring. The Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) was administered before and after the intervention. The mean score decreased from 16.67±2.386 to 9.04±2.043. Paired sample t-test showed a statistically significant pretest-posttest difference (t=17.700; df=45; p<0.001). Cohen’s d was calculated as the mean difference divided by the standard deviation of the paired difference, yielding d=2.61, a very large effect. Because the study had no control group, the findings indicate a significant pretest-posttest change and large standardized effect, but do not establish definitive causal effectiveness.