p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Di UPTD Pukesmas Bukit Hindu Palangka Raya Rahman; Hermanto; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1254

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dankepatuhan minum obat untuk mencegah komplikasi. Namun, berdasarkan fenomena di UPTD PuskesmasBukit Hindu Kota Palangka Raya, masih ditemukan pasien hipertensi yang kurang patuh dalammengonsumsi obat. Ketidak patuhan sering disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentangpenyakit dan pengobatan, sehingga memengaruhi perilaku kesehatan pasien. Salah satu faktoreksternal seperti dukungan keluarga juga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan.Dukungan keluarga meliputi dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan, yangdapat membantu pasien dalam menjalani pengobatan secara teratur.Metode : Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional.menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga,efikasi diri, dan kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkatsignifikansi α = 0,05.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kurang(70,4%), efikasi diri rendah (83,1%), dan tidak patuh minum obat (77,5%). Hasil uji Chi-Square hubunganantara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p-value = 0,430), Hasil uji Chi-Square efikasidiri dengan kepatuhan minum obat (p-value = 0,001).Kesimpulan : penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhanminum obat hipertensi, namun terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obathipertensi pada pasien di UPTD Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya.
Hubungan Asupan Natrium Dan Kalium Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Di UPTD Puskesmas Bukit Hindu Riskawati; Hermanto; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1352

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang dipengaruhi olehketidakseimbangan asupan natrium dan kalium. Secara global, rata-rata konsumsi natriumorang dewasa mencapai 4.310 mg/hari, jauh melebihi batas anjuran WHO sebesar 2.000mg/hari. Di Indonesia, rata-rata asupan natrium harian mencapai sekitar 4.200 mg, sementara96,7% penduduk usia 20–60 tahun masih kurang mengonsumsi sayur dan buah sebagaisumber kalium utama.Tujuan: Menjelaskan dan membuktikan hubungan asupan natrium dan asupan kaliumdengan tekanan darah pada pasien di UPTD Puskesmas Bukit Hindu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Populasi terjangkau berjumlah 193 orang yang melakukan kunjungan pada bulanFebruari 2026 di UPTD Puskesmas Bukit Hindu, dengan sampel sebanyak 180 respondenmenggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner FoodFrequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur asupan natrium dan kalium, serta tensimeteruntuk mengukur tekanan darah.Hasil: Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupannatrium dengan tekanan darah (p = 0,000; Contingency Coefficient = 0,566), dengan kategorihubungan cukup kuat. Responden dengan asupan natrium tinggi sebagian besar berada padakategori hipertensi (43,9%), sedangkan responden dengan asupan natrium rendah sebagianbesar berada pada kategori pra-hipertensi (14,4%). Terdapat pula hubungan yang signifikanantara asupan kalium dengan tekanan darah (p = 0,002; Contingency Coefficient = 0,258),dengan kategori hubungan rendah. Responden dengan asupan kalium rendah sebagian besarmengalami hipertensi (44,4%), sementara tidak ada responden dengan asupan kalium tinggiyang masuk kategori hipertensi (0,0%).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dan asupan kaliumdengan tekanan darah pada pasien di UPTD Puskesmas Bukit Hindu. Semakin tinggi asupannatrium, semakin besar risiko terjadinya hipertensi, sedangkan asupan kalium yang tinggiberkaitan dengan tekanan darah yang lebih rendah.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self-Care Management Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya Jesica Santika; Hermanto; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1356

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis utama pada lansia yangmembutuhkan self-care management jangka panjang, di mana keterbatasan fisik dan kognitiflansia menjadikan dukungan keluarga sebagai sistem pendukung utama. Survei pendahuluanterhadap 17 lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panarung menunjukkan 58,8%memiliki dukungan keluarga kurang dan 58,8% memiliki self-care management kurang.Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self-care management lansiapenderita hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panarung.Metode: Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 61 responden yang dipilih secara purposive sampling, dianalisis dengan ujiSpearman Rank.Hasil: Sebagian besar lansia mendapatkan dukungan keluarga kategori cukup (35 responden,57,4%), dengan dimensi informasi menjadi paling lemah, terbukti 21 responden (34,4%)tidak rutin minum obat, di antaranya 4 responden (19,0%) lupa karena tidak diingatkankeluarga. Self-care management juga mayoritas kategori cukup (35 responden, 57,4%),dengan komponen kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan paling belum optimal, terbuktihanya 7 responden (11,5%) yang selalu mengikuti saran dokter atau perawat dalammengontrol tekanan darah. Uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 (p<0,05) dan r =0,537.Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan self-caremanagement lansia penderita hipertensi dengan kekuatan sedang dan arah positif, artinyasemakin baik dukungan keluarga maka semakin baik pula self-care management lansia.