Rico Surya Ibrano
Politeknik Negeri Sriwijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reaksi Pasar Modal terhadap Program Makan Bergizi Gratis: Studi Peristiwa pada Volatilitas, Aktivitas Perdagangan, dan Abnormal Return Saham Poultry di Indonesia. Rico Surya Ibrano; Esya Alhadi; Marieska Lupikawaty
Journal of Business Economics and Agribusiness Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jbea.v3i4.1272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Garman-Klass Volatility (GKV) dan Trading Volume Activity (TVA) terhadap Abnormal Return (AR), serta peran moderasi dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada emiten sektor perunggasan terpilih yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain event study dan explanatory research, dengan fokus pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Analisis ini mencakup event window selama 200 hari perdagangan, dari t-100 hingga t+100, di sekitar implementasi kebijakan MBG pada 6 Januari 2025. Data dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan Bootstrap Bias-Corrected and Accelerated (BCa) selang kepercayaan 95% berbasis 1.000 replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GKV tidak berpengaruh signifikan terhadap AR, sedangkan TVA berpengaruh positif dan signifikan terhadap AR. Kebijakan MBG tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap AR dan tidak memoderasi secara signifikan hubungan antara GKV dan AR maupun antara TVA dan AR. Dengan demikian, di antara ketiga emiten sektor perunggasan yang diamati, hanya TVA yang menunjukkan hubungan signifikan secara statistik dengan AR selama periode penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas perdagangan lebih dapat memantulkan reaksi pasar terhadap informasi dibandingkan volatilitas pada saham-saham yang diamati selama periode kebijakan MBG. Namun, temuan ini harus diinterpretasikan dalam konteks ketiga emiten yang diteliti dan event window yang dipilih.