Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan indikator utama dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, khususnya pada unit rawat jalan rumah sakit jantung yang memiliki kompleksitas layanan tinggi dan melibatkan berbagai profesi kesehatan. Pelayanan yang belum terkoordinasi secara optimal dapat memengaruhi kualitas asuhan, komunikasi antar tenaga kesehatan, serta pengalaman pasien. Interprofessional Collaboration (IPC) dikembangkan sebagai pendekatan pelayanan berbasis kolaborasi lintas profesi yang diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh implementasi Interprofessional Collaboration (IPC) terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan case-control. Sebanyak 48 pasien rawat jalan dilibatkan dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing 24 responden. Pengukuran kepuasan pasien dilakukan pada lima waktu berbeda. Analisis data dilakukan secara multivariat menggunakan General Linear Model Repeated Measure (GLM-RM) dengan uji Mauchly’s Test of Sphericity serta koreksi Greenhouse-Geisser Hasil: analisis GLM-RM menunjukkan perbedaan yang signifikan secara keseluruhan pada lima tahap pengukuran kepuasan pasien (p = 0,000). Kelompok intervensi secara konsisten memiliki nilai rata-rata kepuasan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol pada seluruh waktu pengukuran. Kepuasan pasien meningkat dari 54,79 pada pengukuran awal menjadi 62,33 pada pengukuran akhir. Kesimpulan: Interprofessional Collaboration (IPC) terbukti memberikan dampak positif dan berkelanjutan terhadap peningkatan kepuasan pasien rawat jalan serta dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit jantung.