Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI SINERGIRITAS PENINGKATAN KESELAMATAN BERLALU LINTAS DI JALAN RAYA BERSAMA PT JASA RAHARJA BALI Julia Mahadewi, Kadek; Mas Tri Wulandari, Ni Gusti Ayu; Krisna Prasada, Dewa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.1043-1050

Abstract

Intensitas  tingginya  jumlah  angka  kecalakan   di  masyarakat  setiap  tahunnya  membuat  pemerintah  melakukan  upaya  pencegahan  dalam pengurangan  angka kecelakaan  yang  terjadi  dengan  adanya  kegiatan  sosislisasi  dilakukan  oleh  PT  Jasa  Raharja dalam  pelopor  keselamatan  berkendara  mangajar  generasi  muda  dalam  lebih  hati  - hati  dalam berkendara. Kemajuan  jaman  membuat tingginya  volume  kendaraan di  jalan  raya  yang  menimbulkan  kemacetan.  Serta  kesadaran  akan  pengguna  jalan  sangat  minim  banyaknya  pelanggaran  yang  terjadi  di  masyarakat pelanggaran  batas  usia minimal  berkendara  di  jalan.  Permaslahan  Bagaiamana  penerapan berlalu  lintas  di  jalan  raya  ? Bagaimana  hambatan  yang  di  jumpai  ?  Peningkatan  Keselamatan  berlalu  lintas  di  jalan  raya di sini a danya  harapan  generasi  muda  paham  akan  aturan  berkendara  UULLAJ  sehingga  bisa mengurangi  angka kematian  dan  kecelakaan.
Perlindungan Hukum Terhadap Individu Sebagai Penyandang Gangguan Kejiwaan Terkait Hak Waris Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Kadek Aulya Ari Maharani Swibawa; Putu Sawitri Nandari, Ni; Krisna Prasada, Dewa; Satria Wibawa Putra, Komang
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3009

Abstract

Perlindungan hukum terhadap individu penyandang gangguan kejiwaan dalam hukum perdata Indonesia diatur melalui mekanisme pengampuan (curatele) sebagaimana tertuang dalam Pasal 433–462 KUHPerdata, yang menetapkan bahwa seseorang dapat ditempatkan di bawah pengampuan jika berada dalam keadaan dungu,  sakit  ingatan,  atau  mata  gelap,  walaupun  kadang-kadang  masih  dapat menggunakan   pikirannya. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan pengampuan ini masih jarang diterapkan secara optimal terutama jika berkaitan dengan hak waris. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang – undangan dan pendekatan konseptual. Penelitian ini menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis yuridis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pengaturan perlindungan hukum terhadap individu dengan gangguan kejiwaan terkait hak waris dalam KUHPerdata terbagi menjadi pengaturan perlindungan dalam bentuk preventif dan pengaturan dalam bentuk perlindungan hukum represif. Pengaturan perlindungan hukum terhadap individu dengan gangguan kejiwaan terkait hak waris dalam KUHPerdata terbagi menjadi pengaturan perlindungan dalam bentuk preventif dan pengaturan dalam bentuk perlindungan hukum represif. Pengaturan perlindungan dalam bentuk preventif meliputi Pasal 838, Pasal 433, Pasal 437, dan Pasal 449 KUHPerdata. Sementara pengaturan perlindungan dalam bentuk represif meliputi Pasal 1320 dan Pasal 1365 KUHPerdata. Pengaturan ini menunjukkan adanya upaya untuk mencapai suatu kepastian hukum dalam aspek pengampuan dan hak waris individu dengan gangguan kejiwaan.