Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DAN PENGADAAN BANK SAMPAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI 3 RENON Kadek Aulya Ari Maharani Swibawa; I Putu Dharmawan Pradhana; Ni Putu Yunita Anggreswari; Nyoman Sri Manik Parasari; Anak Agung Istri Agung Maheswari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste management can be done with 3R principle (Reduce, Reuse, Recycle), which is simple waste management, which can carried out independently at individual or village level, in Renon Village which already has waste bank. referring to the problem, case of lack knowledge waste management and existence of waste banks by students at SDN 3 Renon. The purpose, this activity is importance of increasing environmental awareness at SDN 3 Renon through implementation, socialisation of waste management and influence existence waste banks. The method of implementing this activity is in form of socialisation with lecture methods and simple delivery. The results this activity showed enthusiasm from students and enthusiasm to sort waste according to its type so as to reduce waste and submit it to the waste bank. It was concluded that socialisation carried out had positive impact on increasing students' knowledge 3R principles and existence of waste banks for environment
Perlindungan Hukum Terhadap Individu Sebagai Penyandang Gangguan Kejiwaan Terkait Hak Waris Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Kadek Aulya Ari Maharani Swibawa; Putu Sawitri Nandari, Ni; Krisna Prasada, Dewa; Satria Wibawa Putra, Komang
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3009

Abstract

Perlindungan hukum terhadap individu penyandang gangguan kejiwaan dalam hukum perdata Indonesia diatur melalui mekanisme pengampuan (curatele) sebagaimana tertuang dalam Pasal 433–462 KUHPerdata, yang menetapkan bahwa seseorang dapat ditempatkan di bawah pengampuan jika berada dalam keadaan dungu,  sakit  ingatan,  atau  mata  gelap,  walaupun  kadang-kadang  masih  dapat menggunakan   pikirannya. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan pengampuan ini masih jarang diterapkan secara optimal terutama jika berkaitan dengan hak waris. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang – undangan dan pendekatan konseptual. Penelitian ini menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis yuridis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pengaturan perlindungan hukum terhadap individu dengan gangguan kejiwaan terkait hak waris dalam KUHPerdata terbagi menjadi pengaturan perlindungan dalam bentuk preventif dan pengaturan dalam bentuk perlindungan hukum represif. Pengaturan perlindungan hukum terhadap individu dengan gangguan kejiwaan terkait hak waris dalam KUHPerdata terbagi menjadi pengaturan perlindungan dalam bentuk preventif dan pengaturan dalam bentuk perlindungan hukum represif. Pengaturan perlindungan dalam bentuk preventif meliputi Pasal 838, Pasal 433, Pasal 437, dan Pasal 449 KUHPerdata. Sementara pengaturan perlindungan dalam bentuk represif meliputi Pasal 1320 dan Pasal 1365 KUHPerdata. Pengaturan ini menunjukkan adanya upaya untuk mencapai suatu kepastian hukum dalam aspek pengampuan dan hak waris individu dengan gangguan kejiwaan.