Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Kinerja SVM dan Zara Zevira Wulandari; Isyiffah Falujjah Anugrah Putri; Jihan Nur Kencana Siwi; Bella Okta Sari Miranda; Alfilia Hilda Rahmatika
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis (SENATIB) 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dominasi Shopee di pasar e-commerce Indonesia punya konsekuensi langsung, yakni ulasan penggunanya di Google Play Store menumpuk terlalu cepat untuk dibaca dan dikategorikan satu per satu. Penelitian ini menguji apakah SVM atau MLP lebih cocok menjalankan Aspect-Based Sentiment Analysis (ABSA) terhadap 290.338 ulasan Shopee yang terkumpul sepanjang 2025. Teksnya dibersihkan, dilabeli ke lima aspek layanan, lalu diubah jadi representasi TF-IDF sebelum dataset dibagi 80:20 untuk pelatihan dan pengujian. Ada lima model yang dibandingkan dengan empat kernel SVM (Linear, Polynomial, RBF, Sigmoid) dan satu MLP. Sigmoid unggul tipis dengan akurasi 79,9%, diikuti RBF (79,2%), Linear (78,0%), Polynomial (76,4%), dan MLP di posisi terakhir dengan 75,56%. Satu masalah yang sama muncul di kelima model, yakni sentimen netral paling sulit dikenali, kerap tertukar dengan positif atau negatif, dan ini terlihat konsisten di seluruh confusion matrix. Hasilnya cukup jelas, SVM, khususnya kernel Sigmoid, lebih unggul untuk ABSA pada ulasan Shopee dibanding MLP. Adapun dari sisi sentimen itu sendiri, opini pengguna terhadap aplikasi ini didominasi kesan positif.
Analisis Adopsi E-commerce di Indonesia: Strategi Digitalisasi untuk Pelaku Usaha (2019-2021) Bayu Satrio Wibowo; Raihan Marzo Yudhistira; Rivky Evandeto Teguh Afandy; Bella Okta Sari Miranda; Chusnul Maulidina Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis (SENATIB) 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan pandemi COVID-19 telah mendorong percepatan transformasi digital pada berbagai sektor usaha, termasuk adopsi e-commerce oleh pelaku usaha di Indonesia. Namun, tingkat pemanfaatan e-commerce masih menunjukkan variasi antar wilayah dan menghadapi berbagai hambatan dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi e-commerce di Indonesia periode 2019–2021, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya, serta merumuskan strategi digitalisasi bagi pelaku usaha. Penelitian menggunakan data sekunder dari publikasi Statistik E-Commerce Indonesia yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan meliputi proses ETL (Extract, Transform, Load), analisis deskriptif, dan visualisasi data menggunakan Power BI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi e-commerce masih relatif rendah, dengan hanya 36,14% pelaku usaha yang telah menggunakan e-commerce, sementara 63,86% lainnya masih berjualan secara konvensional. Alasan utama tidak menggunakan e-commerce adalah kenyamanan berjualan secara offline, rendahnya minat berjualan online, serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan digital. Analisis juga menunjukkan adanya kesenjangan adopsi antar provinsi, di mana DI Yogyakarta memiliki tingkat adopsi tertinggi dan Maluku Utara terendah. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan adopsi e-commerce pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Instagram menjadi platform penjualan yang paling banyak digunakan, sedangkan metode pembayaran Cash on Delivery (COD) masih mendominasi transaksi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan e-commerce di Indonesia memerlukan peningkatan literasi digital, penguatan infrastruktur teknologi, perluasan akses internet, serta kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan pelaku usaha untuk mempercepat transformasi digital dan meningkatkan daya saing UMKM. Kata Kunci: Adopsi E-commerce, Digitalisasi Usaha, Transformasi Digital, Ekonomi Digital