H Hidayatsyah
Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Malikussaleh, Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Aplikasi Digital sebagai Media Pemberdayaan Siswa dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ratna Unaida; M Mursalin; Mutia Fonna; H Hidayatsyah; Nur Elisyah; S Setiawan
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan aplikasi digital dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bidang pendidikan berkembang pesat, namun hasilnya masih tersebar dalam laporan-laporan kegiatan yang berdiri sendiri sehingga sulit dijadikan rujukan praktik terbaik. Artikel ini bertujuan menyintesis hasil berbagai kegiatan pengabdian yang mengoptimalkan aplikasi digital sebagai media pemberdayaan siswa untuk meningkatkan pemahaman materi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sederhana (simple literature review) terhadap 32 artikel pengabdian dan penelitian terapan yang dipublikasikan pada rentang 2019–2025, dengan tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, ekstraksi data, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Canva, Quizizz, Google Classroom, GeoGebra, Kahoot!, Wordwall, Liveworksheets, dan Articulate Storyline. Sintesis data evaluasi memperlihatkan kenaikan rerata pemahaman materi peserta dari 39,4% menjadi 82,9% atau meningkat 43,5 poin persentase, serta pola peningkatan yang konsisten pada setiap tahap kegiatan mulai pra-kegiatan hingga pendampingan lanjutan. Faktor pendukung keberhasilan meliputi pendampingan berkelanjutan, penempatan siswa sebagai produsen konten, keterkaitan materi dengan konteks nyata, dan dukungan sekolah; sedangkan kendala dominan berupa keterbatasan perangkat dan koneksi internet serta kesenjangan literasi digital. Kajian ini merekomendasikan model pengabdian berbasis pemberdayaan siswa yang memadukan pelatihan teknis, produksi karya digital, dan evaluasi bertahap.
Pemberdayaan Guru dan Siswa dalam Merancang Media Pembelajaran Digital Berbasis AI untuk Meningkatkan Literasi Teknologi Dahlan Abdullah; M Mursalin; H Hidayatsyah; M Sayuti; H Hartono
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan transformasi digital pendidikan menuntut guru dan siswa memiliki literasi teknologi yang memadai, khususnya dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk merancang media pembelajaran. Artikel ini merupakan kajian pustaka (literature review) terhadap laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan guru dan siswa dalam merancang media pembelajaran digital berbasis AI. Penelusuran dilakukan pada basis data Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan SINTA terhadap artikel pengabdian terbitan 2020-2025 dengan kata kunci pelatihan AI guru, media pembelajaran berbasis AI, literasi digital guru, dan AI untuk pembelajaran. Dari 214 rekaman awal, diperoleh 32 artikel pengabdian yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi tematik terhadap aspek sasaran, metode pelaksanaan, perangkat AI yang digunakan, instrumen evaluasi, dan capaian kegiatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa mayoritas kegiatan menggunakan pola pelatihan partisipatif empat sampai lima tahap dengan dominasi pemanfaatan model bahasa besar, Canva Magic Studio, serta perangkat pembuat presentasi dan kuis otomatis. Sintesis data evaluasi memperlihatkan kenaikan rerata literasi teknologi peserta dari 38,4% menjadi 86,7%, keterampilan merancang media dari 31,2% menjadi 88,3%, serta kepuasan peserta pada rentang 88-93%. Kendala yang paling banyak dilaporkan adalah keterbatasan infrastruktur, kesenjangan kemampuan awal, dan lemahnya verifikasi keluaran AI. Kajian ini merekomendasikan penguatan pendampingan pascakegiatan, integrasi etika dan validasi konten AI ke dalam modul pelatihan, serta pelibatan siswa sebagai ko-produser media agar dampak kegiatan berkelanjutan.