Percepatan transformasi digital pendidikan menuntut guru dan siswa memiliki literasi teknologi yang memadai, khususnya dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk merancang media pembelajaran. Artikel ini merupakan kajian pustaka (literature review) terhadap laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan guru dan siswa dalam merancang media pembelajaran digital berbasis AI. Penelusuran dilakukan pada basis data Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan SINTA terhadap artikel pengabdian terbitan 2020-2025 dengan kata kunci pelatihan AI guru, media pembelajaran berbasis AI, literasi digital guru, dan AI untuk pembelajaran. Dari 214 rekaman awal, diperoleh 32 artikel pengabdian yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi tematik terhadap aspek sasaran, metode pelaksanaan, perangkat AI yang digunakan, instrumen evaluasi, dan capaian kegiatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa mayoritas kegiatan menggunakan pola pelatihan partisipatif empat sampai lima tahap dengan dominasi pemanfaatan model bahasa besar, Canva Magic Studio, serta perangkat pembuat presentasi dan kuis otomatis. Sintesis data evaluasi memperlihatkan kenaikan rerata literasi teknologi peserta dari 38,4% menjadi 86,7%, keterampilan merancang media dari 31,2% menjadi 88,3%, serta kepuasan peserta pada rentang 88-93%. Kendala yang paling banyak dilaporkan adalah keterbatasan infrastruktur, kesenjangan kemampuan awal, dan lemahnya verifikasi keluaran AI. Kajian ini merekomendasikan penguatan pendampingan pascakegiatan, integrasi etika dan validasi konten AI ke dalam modul pelatihan, serta pelibatan siswa sebagai ko-produser media agar dampak kegiatan berkelanjutan.
Copyrights © 2026