Pemanfaatan aplikasi digital dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bidang pendidikan berkembang pesat, namun hasilnya masih tersebar dalam laporan-laporan kegiatan yang berdiri sendiri sehingga sulit dijadikan rujukan praktik terbaik. Artikel ini bertujuan menyintesis hasil berbagai kegiatan pengabdian yang mengoptimalkan aplikasi digital sebagai media pemberdayaan siswa untuk meningkatkan pemahaman materi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sederhana (simple literature review) terhadap 32 artikel pengabdian dan penelitian terapan yang dipublikasikan pada rentang 2019–2025, dengan tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, ekstraksi data, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Canva, Quizizz, Google Classroom, GeoGebra, Kahoot!, Wordwall, Liveworksheets, dan Articulate Storyline. Sintesis data evaluasi memperlihatkan kenaikan rerata pemahaman materi peserta dari 39,4% menjadi 82,9% atau meningkat 43,5 poin persentase, serta pola peningkatan yang konsisten pada setiap tahap kegiatan mulai pra-kegiatan hingga pendampingan lanjutan. Faktor pendukung keberhasilan meliputi pendampingan berkelanjutan, penempatan siswa sebagai produsen konten, keterkaitan materi dengan konteks nyata, dan dukungan sekolah; sedangkan kendala dominan berupa keterbatasan perangkat dan koneksi internet serta kesenjangan literasi digital. Kajian ini merekomendasikan model pengabdian berbasis pemberdayaan siswa yang memadukan pelatihan teknis, produksi karya digital, dan evaluasi bertahap.