Kamilatur Rodliyah Muchlis
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Penerapan Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan terhadap Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Dapur SPPG Ar-Raudlah Karangpring Sukorambi Jember Kamilatur Rodliyah Muchlis; Adil Siswanto
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6gkgj238

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan serta dampaknya terhadap efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur SPPG Ar-Raudlah, Jember. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan informan kunci. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas keuangan telah terlaksana dengan cukup baik di tingkat administratif, tercermin dalam pencatatan berbasis kas rutin, pelaporan keuangan terstruktur, dan pengawasan internal. Namun, masih terdapat kesenjangan antara perencanaan anggaran dan realisasi akibat fluktuasi harga bahan baku serta kendala operasional. Transparansi telah diterapkan melalui publikasi menu, kandungan gizi, dan informasi anggaran melalui media sosial serta rapat koordinasi dengan sekolah, meskipun akses terhadap laporan keuangan rinci masih terbatas pada pemangku kepentingan internal. Kondisi ini berkontribusi terhadap efektivitas program, yang tercermin dari konsistensi distribusi makanan, ketepatan sasaran penerima manfaat, kualitas makanan yang dapat diterima, serta persepsi positif dari siswa, meskipun beberapa tantangan operasional masih perlu ditingkatkan.