Kedisiplinan merupakan nilai fundamental dalam membentuk karakter siswi di SMA Tahfidzul Qur’an, khususnya pada program Tahfidz Al-Qur’an yang menuntut konsistensi tinggi. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih ditemukannya masalah kedisiplinan seperti keterlambatan, membolos, dan kurangnya fokus yang berdampak pada tidak tercapainya target hafalan. Oleh karena itu, diterapkan strategi pemberian reward dan punishment sebagai instrumen pembentukan disiplin belajar siswi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) hubungan pemberian reward terhadap kedisiplinan belajar siswi, (2) hubungan pemberian punishment terhadap kedisiplinan belajar siswi, dan (3) hubungan pemberian reward dan Punishment secara simultan terhadap tingkat kedisiplinan belajar siswi dalam kegiatan Tahfidz Al-Qur’an di SMA Tahfidzul Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini melibatkan seluruh siswi peserta program tahfidz dengan sampel sebanyak 69 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan korelasi ganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara reward dengan kedisiplinan belajar (r = 0.278; p = 0.021), (2) tidak terdapat hubungan signifikan secara parsial antara Punishmentdengan kedisiplinan belajar (r = -0.011; p = 0.925), dan (3) terdapat hubungan signifikan secara simultan antara reward dan Punishmentdengan kedisiplinan belajar siswi (R = 0.327; R2 = 0.107; p = 0.024). Disimpulkan bahwa kombinasi reward dan punishment secara bersama-sama terbukti berhubungan signifikan dengan kedisiplinan belajar. Disarankan bagi pendidik untuk mengoptimalkan pemberian reward sebagai pendorong utama motivasi, serta menerapkan punishment edukatif seimbang hanya sebagai koridor pengingat aturan sekolah.