Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Karakteristik Remaja Pelaku dan Korban Bullying Meminta Uang Dengan Paksa (Memalak) Ani Wardah; Nurul Auliah; Nurmiati
KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya Vol. 2 No. 1 (2020): Oktober
Publisher : ILIN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/konseling.v2i1.653

Abstract

This study aims to describe the characteristics of young perpetrators and victims of bullying asking for money by force (insulting). This research uses a qualitative approach with a qualitative descriptive design. Subjects were 4 (four) adolescents, namely one perpetrator and three victims of bullying forcibly asking for money (insulting) with an age range of 13-17 years. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results showed that the characteristics of young perpetrators and victims of bullying asking for money by force (insulting) are factors that influence young people who do bullying are family, economy, personality, popularity. The factors that influence the behavior of the victims of bullying are personality, namely they do not have the power to resist, are helpless because they are threatened, and do not want something worse to happen. The self-concept of adolescents bullying is showing negativity, that is, they perceive themselves as having power. Meanwhile, the self-concept of youth victims of bullying is negative, that is, they perceive themselves as weak, powerless to refuse the perpetrator's request. The ability to manage emotions among bullies is in the category of not being able to manage emotions, while youth victims of bullying are in the category of being able to manage emotions well. The self-disclosure of teenagers bullying tends to be closed, and youth victims of bullying tend to be closed off.
PEMAHAMAN DIRI SISWA SMP TENTANG MASA PUBERTAS (BALIGH) SEBAGAI FONDASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Ani Wardah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 2 (2018): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.938 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v4i2.1661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman diri siswa SMP tentang masa pubertas/baligh sebagai dasar layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMPN 13 Banjarmasin yang berjumlah 607 siswa dengan menggunakan teknik stratifikasi sampling. Jumlah sampel yang diambil 120 siswa yaitu  kelas VIII dan IX yaitu yang terdiri dari 60 siswa laki-laki dan 60 siswa perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Instrumen yang digunakan adalah angket. Tehnik analisis data menggunakan teknik analisa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemahaman diri siswa SMP Negeri 13 tentang masa pubertas/baligh  adalah sebagian besar siswa laki-laki dan siswa perempuan sudah baligh pada rentang usia 11 dan 14 tahun, dan merasa biasa saja terhadap perubahan fisik, psikis, dan sosial emosional. Bagi siswa laki-laki pengalaman mimpi basah (baligh) sebagian besar tertutup kepada orangtua, sebaliknya siswa perempuan sangat terbuka terutama kepada ibu. Sebagian besar yang mengajari tatacara mandi wajib kepada siswa laki-laki adalah guru agama, dan bagi  siswa perempuan adalah ibunya. Siswa laki-laki ketika junub lebih banyak tidak mengerjakan mandi wajib, sebaliknya siswa perempuan selalu mengerjakan mandi wajib selesai menstruasi. Berdasarkan temuan hasil penelitian tersebut sebagai dasar pelayanan Bimbingan dan Konseling.__________________________________________________________This study aims to describe the self-understanding of middle school students about puberty / baligh as a basis for counseling and guidance services. This study uses a quantitative method with a descriptive analysis approach. The study population was all students of SMPN 13 Banjarmasin, totaling 607 students using sampling stratification techniques. The number of samples taken by 120 students is class VIII and IX, which consists of 60 male students and 60 female students enrolled in the 2018/2019 school year. The instrument used was a questionnaire. Data analysis techniques use percentage analysis techniques. The results showed that the self-esteem of SMP Negeri 13 students about puberty / baligh was that most male and female students were already high in the ages of 11 and 14 years, and felt normal towards physical, psychological, and social emotional changes. For male students the experience of baligh dreams is mostly closed to parents, whereas female students are very open especially to mothers. Most of those who teach mandatory bathing procedures for male students are religious teachers, and for female students are their mothers. Male students when Junub did not do mandatory bathing, on the other hand female students always did bathing and had to finish menstruation. Based on the findings of the research as a basis for Guidance and Counseling services.
Keterbukaan Diri dan Regulasi Emosi Peserta didik SMP Korban Bullying Ani Wardah
Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Vol. 2 No. 2 (2020): Maret
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.261 KB) | DOI: 10.31960/ijolec.v2i2.410

Abstract

This research aims to find out the description of Self-Disclosure and Emotion Regulation of Bullying victims in Junior High School Banjarmasin. This research used qualitative approach with descriptive qualitative design. The subjects are five junior high school students whom become the bullying victims with range of age between 13 – 15 years old. Technique of data collection used observation, interview, and documentation. Technique of data analysis used data reduction, data presentation, conclusion and verification. Validity test used in this research were credibility and verification test. The result of this research showed that Self-Disclosure and Emotion Regulation of Bullying victims in Junior High School 4 were in closed tendency. Emotion regulation of bullying victims consists of: strategies to emotion regulation is a person faith to handle a problem such like stay silent, crying, grumbling, and angry to the bullies. Engaging in goal directed behavior are a person ability to unaffected to negative emotion felt, do not run from the bullying victims problem and choose to focus in study and school. Control emotional responses is a person ability to control the emotion such like stay silent and calming down himself by be alone, punch back and mock the bullies. Acceptance of emotional response is a person ability to accept an event caused negative emotion by showing that bullying victims are capable to limit the impacts of bullying, therefore it will not reach too far their life. They considered as regular thing, not ashamed, surrender, and shy.
PENGEMBANGAN MEDIA POSTER LAYANAN INFORMASI DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA SISWA SMP DI BANJARBARU Tissa Elvina Ananda; Ani Wardah; Aminah Aminah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.935 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i1.3310

Abstract

Kalimantan Selatan ialah provinsi di Indonesia dengan jumlah pernikahan dini tertinggi di Indonesia yaitu 39,53 % dari jumlah pernikahan (bersumber pada TIM CNN Indonesia, 09 Maret 2019). Berdasarkan hasil pengamatan peneliti yang dilakukan di SMP Negeri 13 Banjarbaru di kecamatan Cempaka, 8 siswa  berhenti sekolah karena menikah, siswa broken home sekitar 50%  dari jumlah seluruh siswa 192 orang. Untuk mengatasi permasalahan pernikahan usia dini perlu pemberian layanan informasi. Dengan adanya pengembangan media ini dapat menghasilkan media poster layanan informasi dampak pernikahan dini pada siswa SMP di Banjarbaru yang teruji keberterimaannya dari aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kemenarikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Pengembangan media poster layanan informasi dampak pernikahan dini pada siswa SMP di Banjarbaru mengadaptasi dari strategi pengembangan Borg & Gall (dalam Sugiono, 2016) yang memiliki tujuh tahap. Media poster dilakukan pengujian oleh ahli validasi yaitu ahli bimbingan konseling, ahli media dan 5 Guru bimbingan konseling di Banjarbaru. Untuk hasil penilaian dari ahli validasi dan 5 Guru bimbingan konseling mendapatkan kategori “Sangat Layak”.
KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN EMPATI SIWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 ALALAK BARITO KUALA Elia Purnama Sari; Ani Wardah; Muhammad Eka Prasetia
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.377 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v5i3.2500

Abstract

Tujuan utama dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana efektivitas biimbingan kelompok dengan teknik sosiodrrama untuk meningkatkan empaty siswa  di SMP Negeri 4 Alalak Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan pre-eksperimental design yaitu One-group Pretest-Posttest). Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa dimana pada masing-masing siswa memiliki tingkat empaty yang rendah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel 8 responden dari 30 populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala empaty dan hasil observasi. Data diolah dengan menggunakan hitungan statistik deskriptif, dan uji wilcoxon dengan aplikasi IBM SPSS Statistik versi 25. Berdasarkan hasil penelitian, maka akan dibahas data tentang gambaran empati siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Alalak Barito Kuala mengalami peningkatan Hasil pretest menunjukan 8 siswa berada dalam kategori rendah sehingga perlu mendapatkan perlakuan  lebih lanjut. Peneliti menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk memberikan treatment, ternyata terjadi perubahan dari peserta didik yang memiliki empati rendah ternyata setelah mengikuti kegiataan tersebut terjadi peningkatan. Hal tersebut dilihat dari hasil posttest dari perhitungan 8 sampel pada siswa kelas VIII menunjukan hasil pretest skala empati dengan nilai 380 : 8 = 47,5 setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk meningkatkan empati siswa mengalami  peningkatan dengan angka 567 : 8 = 70.8 dengan rincian peningkatan 6 siswa dengan persentase 63% berada dalam kategori sangat tinggi, 2 siswa dengan persentase 21% berada dalam kategori tinggi.
Karakteristik Guru Bimbingan dan Konseling yang Ideal Menurut Siswa Suku Banjar (Studi Fenomenologi di MTsN 1 Banjarmasin) Kiki Amelia Putri; Ani Wardah; Rudi Haryadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.421 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5698

Abstract

Karakteristik pribadi ideal guru bimbingan dan konseling dapat membawa hasil baik terhadap optimalisasi layanan bimbingan dan konseling. Karena guru bimbingan dan konseling tidak saja sebagai pembimbing melainkan sebagai role model bagi siswa yang dilayaninya. Selama ini masih ada image buruk tentang guru BK sebagai polisi sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi dimana peneliti meneliti tentang bagaimana karakteristik guru bimbingan dan konseling yang ideal menurut siswa suku Banjar. Teknik penarikan subyek penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling, yang mana pengambilan subyek dalam penelitian ini diambil berdasarkan pertimbangan tertentu yaitu siswa yang pernah mendapatkan layanan bimbingan dan konseling dan siswa suku Banjar yang ada di MTsN 1 Banjarmasin. Sehingga peneliti mendapatkan sampel berjumlah 7 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitian maka hasil yang didapat ialah karakteristik guru bimbingan dan konseling yang diharapkan siswa secara umum adalah perilaku yang baik, ramah, tegas, tidak gampang marah, penyayang, sabar dan friendly atau bersahabat dengan siswa. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya berusaha untuk menggali lebih mendalam atau mencoba di subyek yang lebih luas bukan hanya 1 sekolah, mengingat banyak penelitian yang mengungkapkan jika karakteritik pribadi guru bimbingan dan konseling sudah baik, tetapi masih banyak siswa yang memiliki anggapan yang negatif terhadap peran guru bimbingan dan konseling di sekolah.
Dampak Prokrastinasi Akademik Terhadap Penilaian Hasil Belajar Siswa Di Mts Negeri 1 Banjarmasin Muthia Isma Annisa; Ani Wardah; Aminah Aminah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.322 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6095

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan gambaran kebiasaan siswa untuk menunda-nunda penyelesaian tugas akademik sehingga siswa gagal menyelesaikan tugas akademik yang diberikan oleh guru pada tepat waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, subyek penelitian yaitu siswa MTs Negeri 1 Banjarmasin yang melakukan prokrastinasi akademik yang berjumlah 5 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak prokrastinasi akademik terhadap penilaian hasil belajar siswa di MTs Negeri 1 Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen wawancara untuk memperoleh data tentang dampak prokrastinasi akademik dan dokumentasi untuk memperoleh data hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan terbagi dalam 4 bagian, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa prokrastinasi akademik berdampak terhadap penilaian hasil belajar, dimana siswa yang melakukan prokrastinasi akademik mendapatkan hasil belajar yang rendah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan dan acuan terhadap perkembangan penelitian selanjutnya tentang dampak prokrastinasi akademik terhadap hasil belajar.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO POWTOON SEBAGAI LAYANAN INFORMASI UNTUK DISIPLIN BELAJAR SISWA SMP DI BANJARBARU Mega Pradina; Ani Wardah; Aminah Aminah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i3.3313

Abstract

In learning activities will not be separated from the rules and regulations that apply in schools. Students are required to be able to behave in accordance with the rules in force in the school, the importance of education in schools makes students realize that it is very important rules that must be obeyed. Discipline is an important issue in the learning process without discipline, students cannot follow good lessons. So far the teacher in general has provided guidance and counseling services through lectures, questions and answers, and advice. One effort that can be done by the teacher guidance and counseling is to use video powtoon as an alternative to convey information to students. In this study, researchers used R&D research, Media Information Services Development Using Video Powtoon for Student Learning Discipline adapted from the development strategy of Borg & Gall (in Sugiyono., 2018). Validation is done by counseling guidance experts, media experts, and user tests there are 4 aspects that are assessed namely the usefulness, feasibility, accuracy, and attractiveness. For the results of the video discipline assessment of learning discipline from counseling guidance experts, media experts, and user test researchers get the category "Very Eligible". Expecting information service media products using this powtoon can be implemented to increase knowledge about the discipline of learning and can improve the discipline of learning in students.
PELATIHAN ASERTIF UNTUK MENCEGAH PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA DI BANJARMASIN Ani Wardah; Nurmiati Nurmiati
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6: Nopember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i6.3879

Abstract

Cyberbullying pada kalangan remaja merupakan bentuk baru dari bullying. Cyberbullying yang dimaksud mencakup komentar negatif pada postingan tertentu, pesan personal tak bersahabat, serta menyebarkan postingan atau profil akun media sosial tertentu dengan cara mengolok-olok. Hal ini terjadi karena rasio remaja pengguna internet telah meningkat dengan cepat. Terutama di situs jaringan sosial, chat room, dan aplikasi pesan instan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mencegah perilaku cyberbullying remaja/peserta didik SMP Negeri 7 Banjarmasin. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 61 peserta didik. Metode yang digunakan adalah berupa Pelatihan asertif. Adapun rangkaian kegiatan pelatihan terdiri dari pertemuan I: orientasi.dan pemutaran video cyberbullying, Curah pencapat (Braintorming). Pertemuan II: pemutaran video tata cara bermedia sosia, tanya jawab dan Evaluasi. Evaluasi berupa pertanyaan di jawaban tertulis. Berdasarkan hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan baik pengetahuan dan sikap siswa sebelum dan sesudah diberikan pelatihan asertif untuk mencegah perilaku cyberbullying.
Efforts to Increase the Independence of the Muhammadiyah 'Aisyah' Banjarmasin Women's Orphanage through Processing Haruan Nuggets Ani Wardah; Maskur; Novrian Dony; Risnawati
Jurnal Pengabdian Pancasila (JPP) Vol. 1 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.528 KB) | DOI: 10.55927/jpp.v1i2.2232

Abstract

The purpose of this service is to increase the independence of the Muhammadiyah Putri Aisyah Orphanage through the processing of nuggets of emotion. Through this activity, knowledge and skills are provided as provisions for entrepreneurship for foster children after leaving the orphanage. As well as providing knowledge and skills for managing orphanages as an alternative to be used as a productive economic business that can support the basic needs of orphanages. The method of implementing this community service activity is in the form of training carried out in groups. The series of training activities carried out consisted of meeting I, namely (a) Motivating partners, using the lecture and question and answer method and (b) Training on processing haruan nuggets using demonstration and practice methods. The second meeting consisted of (a) Partners practicing again processing Haruan nuggets, and (b) practicing packing processed nuggets. Meeting III, namely financial calculations, using lectures and questions and answers. Meeting IV consists of (a) marketing strategy, using discussion and question and answer methods and (b) Evaluation. Evaluation through interviews. The results of this dedication show that there is an increase in the independence of partners, namely partners who are skilled at processing and packaging Haruan nuggets, 75% partners master the calculation of the cost of goods and selling prices. 85% know and understand how to promote and sell Haruan nuggets.