Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSELING LOGOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI PADA ANAK BROKEN HOME Sri Ayatina Hayati; Aminah Aminah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.303 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v6i1.2498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas konseling kelompok dengan logoterapi dalam meningkatkan penerimaan diri pada anak yang mengalami broken home. Penelitian ini mencakup mengenai penerimaan dan memberikan perasaan positif, untuk menjalin komunikasi dipertahankan, mendengarkan dengan pikiran terbuka untuk masalah, tulus, menerima terbatas di sana, dukungan dan cinta, cinta tanpa syarat. Hasil observasi dan studi awal yang dilakukan oleh peneliti di MTs Al- Ikhwan Banjarmasin pada bulan November 2019, menunjukkan bahwa beberapa anak ada yang merasa putus asa dalam belajar karena orang tuanya bercerai. Mereka cenderung lebih suka menutup diri di rumah dan membatasi hubungan. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain eksperimen one group pre-test post-test. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan teknik logoterapi efektif dalam meneningkatkan penerimaan diri anak yang mengalami broken home. Hasil statistik deskriptif dari kedua sampel yang diteliti yakni nilai pre-test dan pos- test memperoleh hasil mean pre-test sebesar 10,25 dan post-test sebesar 41,00. Jumlah responden yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah sebanyak 7 orang siswa. Karena nilai rata-rata hasil pre-test 10,25 < post-test 41,00, maka itu artinya secara deskriptif ada perbedaan rata-rata hasil penerimaan diri antara pre-test dan post-test.
KORELASI ANTARA SELF-ESTEEM DAN SELF-IMAGE DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA SISWI SMA Muhammad Aldi; jarkawi; Sri Ayatina Hayati
Syifaul Qulub: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 02 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/rpzq3k68

Abstract

The consumptive behavior experienced by female high school students leads them to purchase unnecessary, less necessary, or inappropriate items. This results in money wastage, the formation of reference groups, and the creation of false needs. This study aims to determine whether there is a relationship between consumptive behavior and the independent variables of self-esteem and self-image. The subjects of this study were 99 tenth-grade female students at SMA Negeri 12 Banjarmasin. The researchers used Pearson product-moment hypothesis testing and multiple correlation analysis with SPSS 21. The results of the Pearson product-moment significance test and the two-way significance multiple correlation analysis were 0.000, and the F change significance was 0.000, meaning sig. < 0.05, indicating a significant relationship between the variables. The Pearson correlation for variable X1 with Y and variable X2 with Y was 0.576 & 0.569, both indicating a fairly strong correlation. The multiple correlation between X1 & X2 with Y was 0.596, indicating a fairly strong correlation among the three variables. In conclusion, the higher/positive the self-esteem and self-image, the greater the consumptive behavior, or vice versa Keywords: Self-Esteem, Self-Image, Consumptive Behavior
Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kepercayaan Diri Siswa SMA Negeri Banjarmasin Mariya Ulpah; Ani Wardah; Sri Ayatina Hayati
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.234

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek psikologis yang berperan penting dalam mendukung perkembangan akademik dan sosial siswa. Rendahnya kepercayaan diri dapat menghambat kemampuan siswa dalam berinteraksi, mengemukakan pendapat, dan menghadapi berbagai tuntutan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan dukungan sosial keluarga terhadap kepercayaan diri siswa SMA Negeri 11 Banjarmasin, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 154 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi sebanyak 251 siswa. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya, skala dukungan sosial keluarga, dan skala kepercayaan diri yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rank, korelasi Pearson Product Moment, dan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya berhubungan positif dan signifikan dengan kepercayaan diri siswa (r = .418, p < .001), demikian pula dukungan sosial keluarga (r = .464, p < .001). Secara simultan, kedua variabel tersebut berhubungan signifikan dengan kepercayaan diri siswa (R = .479; R² = .230; F(2,151) = 22.499; p < .001), dengan kontribusi sebesar 23% terhadap variasi kepercayaan diri siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dari teman sebaya dan keluarga merupakan faktor penting dalam pengembangan kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling di sekolah perlu mengembangkan program yang melibatkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan teman sebaya untuk memperkuat dukungan sosial dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa.