Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PERAWATAN KAKI DIABETES MELALUI EDUKASI KESEHATAN BERBASIS WHATSAPP Alex Contesa; Nita Ariani; Duma Pratiwi Purba
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.474

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya kaki diabetik yang berisiko berkembang menjadi ulkus dan meningkatkan risiko infeksi hingga amputasi. Pencegahan komplikasi kaki memerlukan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pemeriksaan serta perawatan kaki yang tepat. Pemanfaatan media digital seperti WhatsApp dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap edukasi kesehatan. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai perawatan kaki pada diabetes melitus melalui edukasi kesehatan berbasis WhatsApp. Metode: Kegiatan dilaksanakan secara daring menggunakan media WhatsApp. Sasaran kegiatan adalah masyarakat dengan diabetes melitus, keluarga pasien, dan masyarakat yang memiliki faktor risiko diabetes. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pemberian pre-test, penyampaian materi edukasi menggunakan teks, gambar, dan media audiovisual, diskusi interaktif, serta post-test. Materi mencakup pemeriksaan kaki secara mandiri, kebersihan kaki, perawatan kuku, pemilihan alas kaki, pencegahan cedera, serta pengenalan tanda awal komplikasi kaki. Hasil: Kegiatan edukasi dapat dilaksanakan secara daring dan memperoleh partisipasi aktif dari peserta melalui diskusi dan tanya jawab. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test setelah diberikan edukasi. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis WhatsApp dapat menjadi alternatif media promotif dan preventif yang mudah diakses untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai perawatan kaki pada diabetes melitus. Pemanfaatan media digital secara berkelanjutan berpotensi mendukung penerapan perilaku perawatan kaki dan pencegahan komplikasi diabetes di masyarakat.
EFEKTIVITAS INTERVENSI PERAWATAN LUKA MODERN DAN ADVANCE UNTUK ULKUS KAKI DIABETIK : SYSTEMATIC REVIEW Nita Ariani; Alex Contesa
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.475

Abstract

Ulkus kaki diabetik (DFU) merupakan komplikasi diabetes melitus yang berhubungan dengan morbiditas tinggi, risiko amputasi ekstremitas bawah, dan beban ekonomi yang besar. Berbagai intervensi perawatan luka modern dan lanjutan telah dikembangkan untuk mempercepat penyembuhan, tetapi efektivitasnya dibandingkan dengan perawatan standar masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujua untuk mengevaluasi efektivitas intervensi perawatan luka modern dan lanjutan terhadap luaran klinis pasien dewasa dengan DFU dibandingkan dengan perawatan luka standar. Metode penelitian Systematic review dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA melalui pencarian PubMed, EMBASE, Web of Science, Cochrane Library, dan CINAHL. Studi yang memenuhi kriteria meliputi randomized controlled trials, studi kohort prospektif, dan uji klinis terkontrol yang mengevaluasi NPWT, matriks biologis, balutan bioaktif, faktor pertumbuhan, atau terapi oksigen hiperbarik. Luaran utama adalah penyembuhan luka lengkap, sedangkan luaran sekunder meliputi waktu penyembuhan, pengurangan luas luka, komplikasi, amputasi, dan biaya. Hasil: Sebanyak 22 studi memenuhi kriteria inklusi. Intervensi modern, terutama NPWT dan matriks biologis berbasis sel, menunjukkan peningkatan penyembuhan luka dan percepatan penutupan luka dibandingkan perawatan standar. Kesimpulan: Perawatan luka modern dan lanjutan berpotensi meningkatkan penyembuhan dan mengurangi komplikasi DFU. Penelitian RCT berkualitas tinggi diperlukan untuk memperkuat bukti efektivitas dan efektivitas biaya.