Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Terapi Progressive Muscle Relaxation untuk Tenaga Kesehatan dalam Mengurangi Dampak Psikologis di Masa Pandemi Yusniar Yusniar; Duma Pratiwi Purba
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8429

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 yang hampir melanda seluruh penjuru dan bagian dunia berdampak bagi tatanan kehidupan masyarakat tidak terkecuali juga masyarakat di Indonesia  karena kasus ini mengakibatkan gangguan psikologi masyarakat Indonesia berupa kecemasan yang berlebihan. Maka perlu ditingkatkan upaya untuk mencegah dan menanggulangi masalah akibat gangguan physikologis yang dialami masyarakat. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui upaya mengurangi dampak psikologis melalui Tenaga Kesehatan yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah dengan melakukan terapi relaksasi salah satu contohnya adalah relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation). Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan Progressive Muscle Relaxation. Peserta kegiatan adalah petugas Kesehatan yang berjumlah 23 orang. Hasil pengabdian masyarakat, diperoleh setelah dilakukan pelatihan terapi PMR semua  responden (petugas Kesehatan) mengalami perubahan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilannya dimana petugas Kesehatan 100% menjawab benar pada lembaran post test yang dibagikan. Disarankan pada pengabdi berikutnya melakukan kegiatan pengabdian dengan melatih tenaga Kesehatan untuk mampu mengajarkan terapi PMR pada masyarakat. Kata Kunci: Pelatihan, PMR, Covid 19  ABSTRACT The Covid-19 pandemic, which has almost hit all corners and parts of the world, has had an impact on the social order of life, and the people in Indonesia are no exception because this case has resulted in psychological disturbances for the Indonesian people in the form of excessive anxiety. So it is necessary to increase efforts to prevent and overcome problems due to psychological disorders experienced by the community. One of the efforts that will be made is to do community service through efforts to reduce the psychological impact through health workers in the work area of the Central Tapanuli District Health Office by doing relaxation therapy, one example is progressive muscle relaxation. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of health workers in carrying out Progressive Muscle Relaxation. Participants in the activity were health workers, totaling 23 people. The results of community service, obtained after conducting PMR therapy training, all respondents (health workers) experienced significant changes in their knowledge and skills where health workers answered 100% correctly on the post test sheets that were distributed. It is recommended that the next servant carry out community service activities by training health workers to be able to teach PMR therapy to the community. Keywords: Training, PMR, Covid 19
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PERAWATAN KAKI DIABETES MELALUI EDUKASI KESEHATAN BERBASIS WHATSAPP Alex Contesa; Nita Ariani; Duma Pratiwi Purba
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.474

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya kaki diabetik yang berisiko berkembang menjadi ulkus dan meningkatkan risiko infeksi hingga amputasi. Pencegahan komplikasi kaki memerlukan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pemeriksaan serta perawatan kaki yang tepat. Pemanfaatan media digital seperti WhatsApp dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap edukasi kesehatan. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai perawatan kaki pada diabetes melitus melalui edukasi kesehatan berbasis WhatsApp. Metode: Kegiatan dilaksanakan secara daring menggunakan media WhatsApp. Sasaran kegiatan adalah masyarakat dengan diabetes melitus, keluarga pasien, dan masyarakat yang memiliki faktor risiko diabetes. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pemberian pre-test, penyampaian materi edukasi menggunakan teks, gambar, dan media audiovisual, diskusi interaktif, serta post-test. Materi mencakup pemeriksaan kaki secara mandiri, kebersihan kaki, perawatan kuku, pemilihan alas kaki, pencegahan cedera, serta pengenalan tanda awal komplikasi kaki. Hasil: Kegiatan edukasi dapat dilaksanakan secara daring dan memperoleh partisipasi aktif dari peserta melalui diskusi dan tanya jawab. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test setelah diberikan edukasi. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis WhatsApp dapat menjadi alternatif media promotif dan preventif yang mudah diakses untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai perawatan kaki pada diabetes melitus. Pemanfaatan media digital secara berkelanjutan berpotensi mendukung penerapan perilaku perawatan kaki dan pencegahan komplikasi diabetes di masyarakat.