p-Index From 2021 - 2026
0.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Muhammad Hanif
Universitas PGRI Madiun, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Problem Based Learning Berbantuan Media Video untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Kelas VII pada Mata Pelajaran IPS di SMPN 6 Madiun Tahnia Fitriyati; Muhammad Hanif; Parji Parji
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19266

Abstract

Keterampilan sosial merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran IPS karena berkaitan dengan kemampuan siswa untuk berinteraksi, bekerja sama, berkomunikasi, berempati, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial. Namun, keterampilan sosial siswa kelas VII-A SMPN 6 Madiun masih tergolong rendah, ditunjukkan oleh rata-rata skor awal sebesar 2,42 dengan ketuntasan klasikal 44,4%, sementara proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan sosial siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 27 siswa kelas VII-A tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, dan dokumentasi menggunakan lembar observasi keterampilan sosial berskala 1–4 yang mencakup lima indikator, yaitu kerja sama, komunikasi, empati, disiplin, dan tanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantuan media video mampu meningkatkan keterampilan sosial siswa secara bertahap. Pada siklus I, rata-rata skor keterampilan sosial meningkat menjadi 3,04 dengan ketuntasan klasikal 66,7%, sedangkan pada siklus II meningkat lagi menjadi 3,79 dengan ketuntasan klasikal 85,2%, sehingga melampaui indikator keberhasilan minimal 85%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek kerja sama (+1,45 poin), diikuti komunikasi dan disiplin (+1,40 poin), serta empati (+1,30 poin). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan media video mampu menciptakan pembelajaran IPS yang lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada siswa, sehingga efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa.
Penerapan Project Based Learning (PJBL) Berbantuan Video untuk Meningkatkan Kepedulian Lingkungan dan Kesetiakawanan Sosial Sumiyati Sumiyati; Muhammad Hanif; Parji Parji
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19832

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepedulian lingkungan dan kesetiakawanan sosial peserta didik akibat dominasi metode pembelajaran konvensional yang minim interaktivitas. Mengisi celah riset tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan model Project-Based Learning (PjBL) berbantuan media video dalam mengakselerasi kedua karakter tersebut secara simultan. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif dalam dua siklus yang melibatkan 32 peserta didik kelas VIII-A SMPN 6 Kota Madiun. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang progresif dan signifikan. Karakter kepedulian lingkungan meningkat dari 45,00% pada tahap prasiklus menjadi 80,00% (kategori tinggi) pada akhir siklus II. Secara bersamaan, kesetiakawanan sosial melonjak dari 50,00% menjadi 81,63% (kategori sangat baik), yang secara mutlak melampaui indikator ketuntasan 75%. Peningkatan ini didorong oleh keberhasilan fungsi ganda video sebagai stimulus emosional dan panduan prosedural, serta penerapan sistem penghargaan kelompok. Kesimpulannya, integrasi PjBL berbantuan video terbukti efektif mengonversi pemahaman tekstual menjadi aksi nyata, menciptakan interdependensi positif, dan menumbuhkan kesadaran kolektif yang organik dalam ekosistem kelas.
Efektivitas Implementasi Kurikulum Cha-Ching dalam Meningkatkan Literasi Finansial dan Sikap Hemat Siswa Sekolah Dasar Fita Maula; Muhammad Hanif; Parji Parji
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20082

Abstract

Rendahnya literasi finansial dan belum berkembangnya sikap hemat pada peserta didik sekolah dasar menunjukkan perlunya model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan pengetahuan finansial dengan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi Kurikulum Cha-Ching dalam meningkatkan literasi finansial dan sikap hemat siswa kelas V SDN 03 Madiun Lor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain nonequivalent control group design yang melibatkan 56 siswa, terdiri atas 28 siswa pada kelompok eksperimen dan 28 siswa pada kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes literasi finansial, angket sikap hemat, dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan Analysis of Covariance (ANCOVA) dengan skor pretest sebagai kovariat, dilengkapi analisis Partial Eta Squared dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Cha-Ching berpengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi finansial (F = 91,910; p < 0,001; η² = 0,634) dan sikap hemat (F = 165,353; p < 0,001; η² = 0,757). Kelompok eksperimen juga memperoleh nilai N-Gain yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol pada literasi finansial (0,661) dan sikap hemat (0,716). Temuan ini menunjukkan bahwa Kurikulum Cha-Ching efektif mengintegrasikan pengembangan kompetensi finansial dan pembentukan karakter hemat melalui pembelajaran kontekstual sehingga layak dijadikan alternatif model pendidikan finansial pada jenjang sekolah dasar.
Model Team Assisted Individualization Berbantuan Media Digital untuk Meningkatkan Partisipasi, Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPAS Titik Isdarwati; Parji Parji; Muhammad Hanif
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20830

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) berbantuan media digital serta menganalisis peningkatannya terhadap partisipasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 28 siswa kelas IV-C SDN 01 Taman Kota Madiun Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TAI berbantuan media digital menghasilkan peningkatan yang konsisten pada seluruh indikator pembelajaran. Partisipasi belajar meningkat dari 36,43% menjadi 78,21%, sedangkan kemampuan berpikir kritis meningkat dari 34,64% menjadi 86,43%. Nilai rata-rata hasil belajar juga meningkat dari 52,32 menjadi 85,00, disertai peningkatan ketuntasan belajar dari 7,14% menjadi 100%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kombinasi pembelajaran kooperatif-individual melalui TAI dan pemanfaatan media digital mampu memperluas keterlibatan siswa, mendorong aktivitas berpikir tingkat tinggi, serta memperkuat pencapaian akademik. Temuan ini menegaskan bahwa model TAI berbantuan media digital efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPAS. Dengan demikian, model ini dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang partisipatif dan adaptif untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPAS melalui Problem Based Learning Berbantuan Media Video Pada Sekolah Dasar SDN 01 Taman Kota Madiun Pudji Noerhayati; Muhammad Hanif; Yudi Hartono
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20831

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video pada siswa kelas III SDN 01 Taman Kota Madiun. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh hanya 27,27% siswa berkategori aktif dan 23% siswa mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh indikator penelitian. Keaktifan belajar meningkat dari 27,27% pada prasiklus menjadi 77% pada Siklus I dan 91% pada Siklus II. Ketuntasan hasil belajar meningkat dari 23% pada prasiklus menjadi 73% pada Siklus I dan 91% pada Siklus II, sedangkan nilai rata-rata kelas meningkat dari 37,70 menjadi 90,40. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning berbantuan media video efektif meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar serta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.
Peningkatan Kesetiakawanan Sosial dan Kemandirian Anak Usia Dini melalui Media Cerita Big Book di TK Efrata Kartoharjo Kota Madiun Bernadetta Hari Widyaningtyas; Muhammad Hanif; Sudarmiani Sudarmiani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20845

Abstract

Kesetiakawanan sosial dan kemandirian merupakan bagian penting dari perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang perlu dibangun melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan partisipatif. Hasil observasi awal di Kelompok A TK Efrata Kartoharjo Kota Madiun menunjukkan bahwa kedua aspek tersebut belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kesetiakawanan sosial dan kemandirian anak melalui penggunaan media cerita Big Book. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten pada kesetiakawanan sosial dan kemandirian anak setelah penerapan media cerita Big Book. Anak menunjukkan perkembangan dalam kemampuan bekerja sama, berbagi, membantu teman, menyelesaikan tugas secara mandiri, serta mengambil tanggung jawab dalam kegiatan pembelajaran. Peningkatan tersebut semakin terlihat ketika penggunaan Big Book dipadukan dengan aktivitas kolaboratif yang memberi ruang bagi anak untuk berinteraksi, merespons cerita, dan mempraktikkan nilai-nilai sosial dalam situasi pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa media cerita Big Book dapat mendukung pengembangan sosial-emosional anak melalui pengalaman belajar yang visual, interaktif, dan kontekstual. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa Big Book dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran karakter untuk memperkuat kesetiakawanan sosial dan kemandirian pada pendidikan anak usia dini.