Elvi Dewi Purnama Sari Simanjuntak
Universitas Methodist Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Sistem Pendukung Keputusan untuk Penentuan Pola Belajar Mahasiswa Berbasis Web Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Elvi Dewi Purnama Sari Simanjuntak; Darwis Robinson Manalu
Jurnal Rekayasa Sistem Informasi dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jrsit.v4i1.4082

Abstract

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan solusi berbasis komputer yang membantu pengambilan keputusan pada permasalahan semi-terstruktur, termasuk penentuan pola belajar mahasiswa yang selama ini masih dilakukan secara subjektif. Penelitian ini mengimplementasikan metode Simple Additive Weighting (SAW) ke dalam sistem berbasis web untuk menentukan pola belajar 98 mahasiswa aktif Program Studi Sistem Informasi Universitas Methodist Indonesia (Semester 2, 4, dan 6) berdasarkan tiga kriteria: Tingkat Konsentrasi (C1, bobot 40%, benefit), Waktu Luang Belajar (C2, bobot 35%, benefit), dan Tingkat Kelelahan (C3, bobot 25%, cost). Data kuesioner Skala Likert (1–5) diuji validitasnya menggunakan korelasi item-total dan reliabilitasnya menggunakan Cronbach’s Alpha, menunjukkan seluruh butir valid (r hitung > r tabel = 0,199) dengan reliabilitas baik pada kriteria Waktu Luang (α = 0,822) dan Kelelahan (α = 0,800), serta cukup pada Konsentrasi (α = 0,502). Tahapan SAW meliputi pembentukan matriks keputusan, normalisasi, dan perhitungan nilai preferensi (Vi); sistem diverifikasi melalui Black-Box Testing (Equivalence Partitioning) dan dilengkapi instrumen System Usability Scale (SUS) untuk pengujian lanjutan. Hasil menunjukkan 55 mahasiswa (56,12%) berkategori Baik dan 43 mahasiswa (43,88%) berkategori Cukup, dengan nilai SAW tertinggi diraih Cory Debora (Vi = 0,8708) dari Semester 4. Kontribusi utama penelitian ini adalah SPK berbasis web yang mengintegrasikan tiga kriteria perilaku belajar secara real-time dengan instrumen teruji validitas dan reliabilitasnya, sehingga rekomendasi pola belajar yang dihasilkan lebih objektif, transparan, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara kuantitatif.
Model Aturan Asosiasi Apriori FP-Growth Kosmetik Elvi Dewi Purnama Sari Simanjuntak; Rikshintia Panjaitan; Ester Agnesya Nainggolan; Agung Permana Parangin-angin; Indra M Sarkis S
Jurnal Rekayasa Sistem Informasi dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jrsit.v4i1.4529

Abstract

Pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia yang semakin pesat meningkatkan volume dan variasi transaksi penjualan, sehingga pelaku usaha ritel kosmetik dituntut memahami pola pembelian konsumen guna menyusun rekomendasi produk, strategi cross-selling, serta penataan rak yang tepat sasaran. Penelitian ini menerapkan Market Basket Analysis melalui Algoritma Apriori dan FP-Growth untuk membentuk Association Rule dari 355 transaksi penjualan 13 jenis produk kosmetik. Nilai minimum support 5% dan minimum confidence 30% dipilih agar kombinasi item berfrekuensi sedang tetap tercakup dalam analisis, namun pola yang bersifat kebetulan dapat dihindari. Kedua algoritma menghasilkan 89 frequent itemset dan 21 Association Rule yang identik, menegaskan bahwa perbedaan keduanya hanya terletak pada strategi pencarian, bukan pada akurasi maupun kelengkapan hasil. Pola asosiasi paling signifikan (lift ratio > 1) ditemukan pada pasangan Toner dengan Sunscreen, Eyeliner dengan Powder, Toner dengan Foundation, serta Foundation dengan Mascara, yang menunjukkan keterkaitan pembelian positif antar produk skincare maupun makeup. Aturan-aturan tersebut diterjemahkan menjadi empat paket bundling siap terap, yaitu Rutinitas Skincare Dasar, Base Makeup Wajah, Makeup Mata & Wajah, serta Lip & Glow. Secara manajerial, keempat paket bundling ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha ritel kosmetik untuk mendukung strategi cross-selling, efisiensi penataan rak, dan peningkatan nilai transaksi rata-rata pelanggan.