Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Edukasi Malaria Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Malaria dan Pengendalian Vektor di Wilayah Perbatasan Kabupaten Keerom, Papua : Pengabdian Helmin Rumbiak; Damiana V Manik; Ayu Sunarti; Inriyanti Assa; Nova Falentina Rumaropen; Konstantina Marthina Pariaribo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7791

Abstract

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di wilayah Provinsi Papua, khususnya di Kabupaten Keerom yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea. Wilayah yang luas, akses transportasi yang terbatas pada sejumlah distrik, serta tingginya mobilitas penduduk lintas batas turut meningkatkan risiko penularan penyakit tular vektor. Tujuan kegiatan adalah menganalisis efektivitas edukasi malaria terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan malaria dan pengendalian vektor. Kegiatan dilaksanakan sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan desain evaluasi one-group pretest-posttest menggunakan kuesioner terstruktur pada 19 responden kepala keluarga. Hasil kegiatan menggambarkan peningkatan proporsi responden berkategori pengetahuan baik (skor ≥75%) dari 16 responden (84,2%) pada pre-test menjadi 17 responden (89,5%) pada post-test, sedangkan kategori kurang (<75%) menurun dari 3 responden (15,8%) menjadi 2 responden (10,5%). Kesalahan pemahaman terbanyak ditemukan pada butir pertanyaan mengenai definisi atau penularan malaria dan fungsi kasa ventilasi rumah sebagai upaya pencegahan. Edukasi malaria terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat, sejalan dengan teori Knowledge-Attitude-Practice (KAP), meskipun penguatan materi pada beberapa konsep dasar masih diperlukan. Edukasi berkelanjutan dengan media yang mudah dipahami dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat direkomendasikan untuk mendukung keberhasilan program pengendalian malaria di wilayah endemis perbatasan.