UMKM kuliner memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian lokal, termasuk di Provinsi Jambi yang memiliki potensi kuliner khas seperti pempek sambal. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini merupakan UMKM pempek sambal khas Jambi yang telah mendapatkan pendampingan pada tahun sebelumnya dalam aspek produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas manajerial, yang berdampak pada meningkatnya permintaan pasar. Peningkatan permintaan tersebut belum diimbangi dengan kesiapan kapasitas produksi dan sistem usaha yang memadai. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi tiga aspek. Pada aspek produksi, mitra masih menghadapi keterbatasan kapasitas produksi akibat proses pengolahan yang dilakukan secara manual, sehingga belum mampu memenuhi permintaan secara optimal serta berpotensi menurunkan kualitas produk. Pada aspek manajemen, pencatatan keuangan dan perencanaan usaha masih bersifat sederhana dan belum sepenuhnya berbasis data, sehingga pengambilan keputusan usaha belum optimal. Pada aspek teknologi, pemanfaatan teknologi produksi dan digitalisasi usaha masih terbatas, khususnya dalam mendukung efisiensi produksi dan sistem usaha. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas produksi dan sistem manajemen usaha melalui pemanfaatan teknologi produksi dan penguatan manajemen berbasis data. Metode pelaksanaan meliputi implementasi teknologi tepat guna berupa alat produksi (mixer), pelatihan dan pendampingan penerapan SOP produksi, penguatan pencatatan keuangan dan perencanaan usaha, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam operasional usaha. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi. Kegiatan ini menghasilkan pemberian teknologi produksi dan mendorong perubahan kapasitas serta pola pengelolaan usaha mitra menuju sistem yang lebih efektif, terstruktur, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi