Intensifikasi kompetisi pada sektor industri makanan dan minuman mewajibkan para pelaku bisnis untuk mengonstruksi loyalitas konsumen. Strategi tersebut dapat diakomodasi melalui penguatan impresi merek serta penyajian pengalaman konsumsi yang bernilai positif. Sebagai salah satu entitas kuliner di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Juddesin dituntut untuk memetakan berbagai determinan yang mengontrol retensi pelanggan demi mempertahankan eksistensi usahanya. Studi ini bertujuan menguji secara empiris dampak citra merek dan pengalaman konsumen terhadap loyalitas pelanggan pada unit usaha Juddesin di Kabupaten Tasikmalaya. Peneliti menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian asosiatif. Data primer dihimpun melalui penyebaran kuesioner kepada 67 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Proses analisis data dioperasikan lewat piranti SPSS yang mencakup uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil analisis membuktikan bahwa citra merek memiliki pengaruh signifikan namun berarah negatif terhadap loyalitas konsumen. Sebaliknya, variabel pengalaman pelanggan terbukti memberikan kontribusi positif dan signifikan dalam memicu loyalitas. Temuan ini menegaskan krusialnya tata kelola pengalaman konsumen serta perlunya evaluasi strategi pemosisian merek demi mengoptimalkan retensi. Peneliti berikutnya direkomendasikan untuk mengintegrasikan variabel prediktor alternatif, seperti kepuasan pelanggan, mutu pelayanan, atau persepsi harga agar menghasilkan model teoretis yang lebih komprehensif.